Kunjungi Tiga Kecamatan, Tim Kolaborasi Riset Russia-ASEAN-France Kenal Tanaman Tropis Baru

Tim Kolaborasi Riset Russia-ASEAN-France saat melakukan observasi di sejumlah lokasi di Sumbawa.(Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Tim Kolaborasi Riset Russia-ASEAN-France berkunjung ketiga kecamatan di Sumbawa. Selama observasi, tim dikenalkan sejumlah tanaman tropis baru di Sumbawa.

Sebagaimana disampaikan Kepala UPT Internasional Office UTS, Nurul Izzati, Jumat, 14 Februari 2020, Wastewater Management adalah salah satu bidang yang menjadi fokus dari Tim Kolaborasi Riset Russia-ASEAN-France.

Iklan

Sebelum datang ke Sumbawa, tim ini mencari informasi terkait pola aliran air di Sumbawa melalui Google Map. Sehingga kegiatan observasi ini dilaksanakan di beberapa lokasi dalam dua hari.

Adapun tujuan dari kunjungan observasi ini adalah langkah dalam menentukan lokasi yang ideal untuk melakukan penelitian. Hari pertama observasi, 12 Februari 2020, tim mengawali perjalanan ke Bendungan Mamak, Kecamatan Lape.

Di lokasi tersebut, mereka bertukar informasi mengenai ketersediaan cadangan air, proses pengairan lahan serta jangkauan aliran air. Tiba saat makan siang, tim dijamu dengan sangat baik oleh perwakilan warga desa dengan menu makanan tradisional seperti Pelu Aru, Ayam Siong Sira, Ikan Bakar dan Sup Kerang (Remis) yang sangat diminati.

Lokasi kedua yang menjadi destinasi observasi adalah Bendungan Batu Bulan, Kecamatan Moyo Hulu. Tidak banyak berbeda dengan kegiatan di Bendungan Mamak, namun beberapa anggota tim bergerak lebih dekat ke arah air untuk mengambil sampel dan mengamati lebih dekat.

Menutup kegiatan observasi hari pertama, tim berkunjung ke Desa Kereke, Kecamatan Unter Iwes. Kunjungan ini diterima oleh Sekretaris Desa, Bapak Zakariyah, S.E, Kepala Dusun, Bapak Jamaluddin.

Sekdes mengungkapkan bahwa Perangkat Desa berterima kasih atas kesediaan Universitas Teknologi Sumbawa membawa tim riset internasional ini ke desa Kereke. Diharapkan kunjungan ini bisa memberi manfaat bagi kedua belah pihak.

Bersama Rektor UTS, Dr. Andy Tirta, M.Sc di Kereke, tim diperkenalkan dengan berbagai tanaman tropis seperti Daun Kelor, Serai, Asam, Daun Aru dan Kemangi. Disampaikan, Kelor dalam bentuk bubuk memiliki nilai jual yang tinggi di pasar internasional.

Pada kesempatan ini juga, tim mencoba minuman Teh Kayu Sepang yang memiliki banyak khasiat bagi tubuh. Selain itu, tim juga diajak untuk melihat kebun Buah Naga, pohon Singkong dan bibit Pohon Ketapang Kenanga.

Prof. Nataliya dari Moscow State University, Rusia, menghimbau agar tanaman-tanaman tersebut beserta produk olahannya bebas dari pestisida dan zat kimia apabila ingin diekspor ke pasar internasional. (arn)