Kunjungi Dompu, Gubernur Kalteng Studi Banding Pengembangan Jagung

Kepala bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Armansyah, S.Pt bersama jajarannya saat berkunjung ke gudang PT Segar untuk persiapan kunjugan Plt Gubernur Kalteng, Senin, 26 Oktober 2020. Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin di tengah jagung pipilan milik petani.(Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Program pengembangan jagung di Kabupaten Dompu menjadi perhatian banyak pihak karena mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kesuksesan program jagung Dompu membuat daerah lain juga ingin belajar untuk dikembangkan di daerahnya. Hari ini, Selasa, 27 Oktober 2020, Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama rombongan mengunjungi Dompu untuk studi banding pengembangan jagung.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Daerah Setda Dompu, Muhammad Iksan, S.ST, MM kepada Suara NTB, Senin, 26 Oktober 2020 mengungkapkan, rencana kunjungan Plt Gubernur Kalteng bersama rombongan di Kabupaten Dompu untuk mendengarkan cerita pengalaman Pemda Dompu dalam mengembangkan jagung dan peternakan. “Selasa besok Plt Gubernur Kalteng bersama rombongan akan datang studi banding tentang pengembangan jagung dan peternakan di Dompu,” ungkap Iksan.

Iklan

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Ilham, SP melalui kepala bidang Tanaman Pangan, Armansyah, S.Pt mengungkapkan, jagung menjadi komoditi unggulan Kabupaten Dompu sejak tahun 2010 di awal kepemimpinan Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin. Komoditi jagung dipilih menjadi unggulan karena komoditi yang sudah biasa ditanam petani Dompu. Hanya saja selama ini, budidaya jagung belum menjadi gebrakan. Sehingga luas area tanaman jagung tidak sebanyak saat ini dan produktifitas per hektarenya tidak sebanyak saat ini.

Karena menjadi prioritas dan komoditi unggulan, perhatian pemerintah daerah (Pemda) Dompu di bawah kepemimpinan Drs H Bambang M Yasin, jagung tidak hanya diperhatikan terkait budidaya. Tapi Pemda berhasil mengubah pola pikir petani menjadikan komoditi jagung sebagai usaha yang menguntungkan. Petani didampingi untuk mendapatkan modal di perbankan dengan bunga ringan, pendampingan oleh penyuluh, kuota pupuk subsidi dinaikan, dan pasar didekatkan. “Alhamdulillah saat ini petani sudah bisa jalan sendiri,” katanya.

Berdasarkan data produksi jagung Kabupaten Dompu tahun 2019, realisasi luas area tanam hingga 80.301 ha dengan total produksi sebanyak 624.718 ton. Wilayah Kecamatan Woja menjadi daerah yang paling luas area tanaman jagung yaitu 16.828 ha, diikuti kecamatan Pekat 14.228 ha, Kecamatan Manggelewa seluas 13.895 ha, kecamatan Kilo seluas 8.974 ha, kecamatan Dompu seluas 8.274 ha, kecamatan Pajo seluas 6.565 ha, kecamatan Huu seluas 6.229 ha, dan kecamatan Kempo seluas 5.488 ha.

Kendati luas produksi jagung tidak sebanding daerah lain yang memiliki luas wilayah lebih luas dari Kabupaten Dompu, namun program jagung di Dompu berhasil memanfaatkan lahan tidur untuk komoditi jagung dan produktifitasnya ada yang sampai 12 ton per ha. Kualias jagung Dompu bahkan menjadi perekat dari jagung import, sehingga selalu dicari pengusaha pakan ternak besar di Jawa hingga Sumatra.

Saat ini lanjut Armansyah, fokus pihaknya dalam pengembangan jagung di Dompu pada peningkatan produksi. Pembangunan embung dan pemanfaatan sumber daya air terus ditingkatkan. Sehingga lahan tadah hujan yang hanya ditanami jagung sekali setahun bisa menjadi 2 kali dengan bantuan sumber daya air yang ada. “Kita di pertanian, selain mempertahankan hasil yang dicapai selama ini, bagaimana meningkatkan produksi melalui pemanfaatan lahan tadah hujan agar bisa ditanami lebih dari sekali setahun,” katanya.

Kunjungan Plt Gubernur Kalteng bersama rombongan, kata Armansyah, selain memberikan pemaparan pada capaian pengembangan jagung di Dompu juga akan ajak berkunjung ke gudang dan drayer jagung. “Kalau kita bawa ke lahan jagung, untuk saat ini belum ada. karena petani sedang mempersiapkan lahan jelang musim tanam pada musim hujan,” terangnya. (ula/*)