Kunjungan Wisatawan ke Tiga Gili Menurun

Arus kedatangan wisatawan melalui Pelabuhan Bangsal Lombok Utara. (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Hasil pencatatan manifest penumpang, khususnya wisatawan ke Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno menurun. Penurunan arus wisata dari Bali ini mulai dirasakan sejak merebaknya wabah corona.

Data Unit Pelaksana Pelayaran (UPP) Pemenang, Lombok Utara, sebelum merebak isu virus Corona Desember 2019 lalu, kunjungan wisatawan sudah sampai pada angka 1.700 per hari. Kapal cepat dalam satu trip mencapai 20 armada per hari. Bahkan diprediksi trennya meningkat hingga 2.000  wisatawan per hari seiring semakin pulihnya aktivitas wisata pascagempa.

Iklan

Situasi itu berbeda setelah isu virus corona semakin merebak. Hasil pendataan, jumlah penumpang dari kalangan wisatawan semakin menurun hingga 1.100 orang per hari. Sementara kapal cepat juga berkurang menjadi sekitar 16 unit per trip per hari. “Kalau jumlah penumpang sebelumnya rata rata 1.700 sampai dengan 1.500 orang. Kalau data sekarang, jumlahnya hanya 1.200 orang,” kata Kepala UPP Pemenang, Heru Supriyadi.

Tren penurunan itu dirasakan setelah  wabah corona merebak, apalagi  diikuti dengan pemeriksaan ketat wisatawan  khususnya yang datang dari Bali. Di Pelabuhan Bangsal yang menjadi kewenangannya, sedang diberlakukan pemeriksaan ketat kepada semua wisatawan yang masuk. Pemeriksaan  deteksi tubuh melibatkan petugas KKP Kelas II Mataram yang berlangsung setiap hari.

Sebaran jumlah pengunjung per tanggal 1 Januari lalu itu, diketahui dari 20 jasa transportasi fastboat. Fastboat yang mengangkut penumpang paling banyak dalam sehari adalah Ekajaya 26 sebanyak 218 orang, disusul Ekajaya 25 sebanyak 210 dan Ekajaya 23 sebanyak 203 orang. Sedangkan fastboat lainnya mengangkut penumpang variatif dari terendah 12 orang oleh Bali Dream 02 hingga 148 orang oleh Fastboat Semaya One Pride 99.

Para pelaku wisata juga merasakan dampak penurunan arus kedatangan wisatawan itu. Ketua Gili Hotel Asociation (GHA), Lalu Kusnawan mengatakan, angka kunjungan per hari relatif menurun dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 2.000 orang per hari. Kusnawan berharap, ke depannya pengunjung ke tiga Gili akan lebih banyak lagi. Tentunya dengan dukungan promosi dan penyediaan paket wisata oleh Pemkab Lombok Utara. (ars)