Kunjungan ke Pusuk Sembalun Dikhawatirkan Membludak

Salah satu sudut pemandangan yang dapat dilihat dari ketinggian Pusuk Sembalun. Lokasi ini banyak digunakan pengunjung sebagai tempat berswafoto. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) -Sembalun menjadi destinasi wisata pilihan utama liburan akhir tahun. Sebanyak 10 hotel dan ratusan homestay yang ada di Sembalun diklaim sudah banyak yang memesan secara daring. Meski masih di tengah situasi pandemi corona virus disease (Covid-19), berwisata di Sembalun ini tetap ramai. Bahkan dikhawatirkan, kunjungan ke objek wisata Pusuk Sembalun ini kembali membludak.

Demikian disampaikan Camat Sembalun, Lalu Mertawi kepada Suara NTB, Senin, 28 Desember 2020. Melihat fenomena setiap kali musim liburan sebelumnya, Sembalun ini menjadi tempat yang cukup ramai. “Untuk itulah, khusus nanti tanggal 1 Januari akan diatur dan dibatasi masuk ke Sembalun,” ucapnya.

Sampai saat ini, katanya belum ada perintah menutup total Sembalun menjelang prosesi pergantian tahun 2020-2021. Adanya baru sekadar pembatasan di tanggal 1 Januari saja. Yakni prioritas di Pusuk Sembalun. “Kalau di Sembalum sendiri pasti bisa terurai,” paparnya.

Menyambut liburan akhir tahun ini, Camat mengaku sudah berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan. Termasuk melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja. Camat sendiri menyiapkan personel untuk turut melakukan pemantauan.

Ia tidak ingin momentum pergantian tahun di tempat wisata Sembalun ini menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Karenanya, semua pelaku wisata dan pemilik hotel dan penginapan untuk tetap pakai masker, jaga jarak, mencuci tangan pakai sabun dengan menggunakan air mengalir. “Semua sudah kita ingatkan untuk terapkan protokol kesehatan (Prokes),” terangnya.

Pihaknya tidak dapat mencegah warga berwisata saat liburan. Objek wisata Sembalun sudah siap. “Kita sudah keliling ke tempat wisata dan sudah kita ingatkan agar melakukan penjagaan ketat pada pelaksanaan Prokes,” imbuhnya. (rus)