Kunjungan ke Perpustakaan Kota Mataram Distop

Meskipun kunjungan distop, salah satu murid SD kelas V di Mataram, Azza tetap mendatangi kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan daerah kota Mataram, Kamis,19 Maret 2020. (Suara NTB/viq)

Mataram (Suara NTB) – Adanya pencegahan wabah Corona Virus Disease (Covid-19) untuk beberapa area kantor dan instansi di Mataram, Pemkot menyetop kunjungan warga ke Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan daerah kota Mataram selama dua pekan. Hal itu untuk meminimalkan sebaran wabah Covid-19 di lingkungan Perpustakaan kota Mataram.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Mataram, Dra. Hj. Siti Miftahayatun menjelasakan, penutupan kunjungan ke perpustakaan kota Mataram sengaja dilakukan untuk mensterilkan sebaran wabah Covid-19. Selain penutupan kunjungan, ia juga meliburkan pelayanan terkait kearsipan di perpustakaan kota Mataram.

Iklan

“Padahal anak-anak yang berkunjung ke sini sudah nyaman. Baru selesai kita renovasi akibat gempa 2018 lalu, sudah ada heboh terkait  isu Corona, terpaksa kita tutup,” katanya kepada Suara NTB, Kamis, 19 Maret 2020. Selain penutupan pelayanan kearsipan dan kunjungan di perpustakaan kota kata dia, tiga taman baca di Mataram juga ditutup. Baik taman baca di Taman Sangkareang, Ampenan, juga taman baca di jalan Udayana. “Kita tutup semua. Namun kan, aktivitas ASN kita tetap berjalan,” jelasnya.

Selama penutupan itu jelas Mifah, sapaannya, kesempatan bagi petugas Perpustakaan kota Mataram untuk membenahi posisi semua buku. “Memang ada instruksi untuk pekerja fungsional boleh tidak masuk. Tapi apa merapikan buku bisa dikerjakan dari rumah. Tidak bisa kan? Makanya kita tetap masuk,” katanya.

Untuk sterilisasi dari penyebaran Covid-19 di lingkungan Perpus kota Mataram sendiri jelas Miftah, pihaknya sudah menyediakan cairan hand sanitizer sebelum adanya isu wabah Covid-19 merebak di Indonesia. “Sebelum isu Corona kita sudah sediakan hand sanitizer di sini,” katanya.

Untuk penyemprotan cairan disinfektan sendiri, pihaknya tidak bisa lakukan di Perpustakaan kota Mataram. Karena, jika dilakukan penyemprotan cairan disinfektan, semua buku-buku di Perpustakaan bisa basah. “Tidak memungkinkan jika harus disemprot disinfektan. Jadi pertimbangannya,mungkin di luar saja kita semprot, Karena tidak mungkin kita singkirkan semua buku,” katanya.

Penutupan ini jalas Miftah, akan disesuaikan dengan waktu masuk siswa di Mataram tanggal 28 Maret 2020. Juga, mengantisipasi sebaran Covid-19, jika ada petugas dalam kondisi kurang fit, akan istirahat di rumah masing-masing. “Karena ada kemarin pegawai kita sepulang dari Jakarta merasa kurang fit. Jadi kita suruh istirahat di rumah saja sementara waktu,” tutupnya. (viq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here