Kunjungan Kapal Pesiar Jadi Kunci Gaet Wisman

Kapal pesiar bersandar di pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat, beberapa waktu lalu.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Kunjungan 5 kapal pesiar yang masih terjadwal bersandar di Pelabuhan Gili Mas, Lembar, disebut dapat menjadi kunci peningkatan geliat pariwisata NTB pascapandemi virus corona (Covid-19). Terlebih saat ini Lombok telah masuk dalam daftar 25 destinasi wisata terbaik Asia versi perusahaan penyedia informasi pariwisata asal Amerika Serikat, Tripadvisor.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (Gipi) NTB, Awanadhi Aswinabawa, menerangkan kunjungan 5 kapal pesiar yang akan dimulai pada Oktober mendatang tersebut akan menjadi kunjungan pertama wisatawan asing ke Lombok.

Iklan

“Kalau kita sukses dengan kunjungan 5 kapal pesiar itu, ini otomatis akan memberi keyakinan pada (pasar wisatawan) yang lain juga, dan kemarin kita baru terima dari Tripadvisor bahwa Bali nomor satu destinasi terbaik di Asia, dan lombok itu nomor 16. Jadi ini sesuatu yang sangat positif,” ujar Awan saat dikonfirmasi, Selasa, 4 Agustus 2020.

Menurutnya, satu-satunya hal yang perlu dilakukan saat ini adalah menjaga masing-masing destinasi yang akan dikunjungi oleh wisatawan kapal pesiar agar benar-benar menerapkan cleanliness, health, safety, environment (CHSE) sebagai basis pariwisata pascapandemi.

Hal tersebut dinilai sudah dapat dilakukan. Mengingat seluruh pelaku pariwisata di NTB telah mempersiapkan kenormalan baru sejak beberapa waktu belakangan. Hal itu diperlukan untuk memasitikan tidak ada pembatalan kapal pesiar yang kembali terjadi.

“Memang harus tetap kita pastikan tidak ada terjadi pembatalan. Karena dalam hitungan jam dia bisa batal. Karena itu sangat penting sekali kita sebagai destinasi harus meyakinkan orang-orang bahwa kita memang sudah menerapkan protokol CHSE itu,” jelasnya.

Dengan kesungguhan dalam penerapan CHSE, Lombok yang saat ini telah masuk dalam 25 destinasi terbaik Asia dinilai memiliki peluang yang cukup besar dibanding daerah lainnya. Hal tersebut didukung juga dengan kesiapan industri pariwisata.

Menurut Awan, isu utama yang menghalangi pariwisata NTB saat ini adalah masih adanya zona merah Covid-19. Dengan eskalasi kasus yang terjadi saat ini, meyakinkan wisatawan kapal pesiar untuk tetap datang ke NTB disebutnya memang masih menjadi pekerjaan rumah.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, Lalu Bayu Windya, menerangkan sampai saat ini ada 5 kapal pesiar yang masih memiliki jadwal sandar di Pelabuhan Gili Mas. Masing-masing kapal pesiar disebut akan membawa ribuan wisatawan mancangegara (wisman).

“Ada 5 kapal yang datang di Oktober, November dan Desember, Kapalnya sendiri itu ada Viking Orion, Sea Princess, Star Breeze, Aida Vita, dan Silver Muse,” ujar Bayu.

Diterangkan, kapal pertama yang akan datang adalah Viking Orion pada 27 Oktober mendatang. “Mudah-mudahan kan ini Oktober datangnya, di Agustus, September sampai Oktober kalau keadaan membaik (untuk Covid-19) berarti dia akan on schedule  juga datangnya,” jelasnya.

Menurut Bayu, kedatangan kapal pesiar tersebut telah memiliki izin internasional. Sedangkan untuk proses turunnya wisatawan dari kapal pesiar akan dievaluasi dan dilakukan dengan memberlakukan protokol Covid-19 secara ketat.

“Kita sudah rapatkan, SOP harus sesuai kesehatan. Seperti menggunakan masker, jaga jarak, dan lainnya. Tentu juga ada pemerikasaan sebelum kapal bersandar, semua kapal diperiksa. Kalau sudah semua dinyatakan sehat baru boleh bersandar,” ujar Bayu.

Sementara itu, rute perjalan wisatawan kapal pesiar masih disebutnya masih bersifat one day trip. Di mana ada beberapa destinasi wisata yang dikunjungi seperti pusat oleh-oleh dan beberapa destinasi lainnya di Kota Mataram.

Kendati demikian, melihat zonasi Kota Mataram yang masih berawarna merah untuk penularan Covid, rute tersebut kemungkinan akan dialihkan. “Senggigi Lombok barat (Lobar) dan Lombok tengah rute mereka, tapi sebenarnya rutenya sudah ada masing-masing,” tandas Bayu. (bay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here