Kubu Suhaili “Kuasai” Kepanitiaan Musda Golkar NTB

Hj. Baiq Isvie Rupaeda. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Tensi politik jelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Golkar NTB makin memanas. Rivalitas perebutan kursi Ketua DPD I Golkar NTB antara H. Ahyar Abduh dengan H. M. Suhaili FT tidak berhenti sampai perebutan dukungan dari DPP Golkar dan juga para pemilik suara. Namun persaingan antara mereka juga terjadi di internal kepanitiaan Musda.

Dari informasi yang diserap Suara NTB, kubu Suhaili telah melakukan perombakan di kepanitiaan Musda. Orang-orang yang dianggap berafiliasi ke kubu H. Ahyar Abduh, disingkirkan dari kepanitiaan. Sekretaris DPD Golkar NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda yang dikonfirmasi Kamis, 16 Juli 2020 membenarkan perombakan kepanitiaan tersebut.

Iklan

Hanya saja, dia membantah, jika perombakan kepanitiaan itu untuk dikuasai oleh orang-orang yang berafiliasi ke salah satu kandidat calon Ketua DPD Golkar NTB. “Tidak ada yang seperti itu, kita kan sama-sama kader Golkar, jadi tidak ada yang seperti itu,” kata Isvie.

Dijelaskan Isvie, perombakan kepanitiaan Musda tersebut dilakukan murni untuk mengikuti protokol kesehatan Covid-19, karena syarat Musda dapat digelar wajib dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Panitia kita kurangi supaya memenuhi standar Covid-19. Masa panitia sampai 40 orang, bagaimana sesaknya di ruangan?” tanyanya.

Ketua Panitia Musda yang semula dijabat oleh Isvie juga diganti oleh adik Suhaili, yakni Ahmad Puaddi. Penunjukan Puaddi jadi ketua panitia Musda itu juga semakin menegaskan kubu Suhaili mengusai kepanitiaan Musda.

“Saya kira itu jadi kewenangan ketua partai, saya ditaruh di mana saja saya siap, dan sah-sah saja dilakukan pergantian, toh kan adiknya Pak Suhaili kerjanya profesional. Jadi saya kira ndak ada masalah,” katanya.

Pada awalnya, lokasi Musda akan dilakukan di Kota Mataram. Namun belakangan dipindahkan ke Lombok Tengah. Dari isu yang beredar, pemindahan lokasi Musda itu juga merupakan bagian dari skenario kubu Suhaili untuk lebih mudah mengkondisikan Musda. Namun, Isvie membantah spekulasi yang berkembang di lapangan.

  Musda Ricuh, Misbach Ditunjuk Jadi Plt Ketua DPD II Partai Golkar Sumbawa

“Kenapa kita pindahkan? Kita tahu Kota Mataram sama Lobar paling merah penyebaran Covid-19, dan Loteng paling sedikit, jadi pertimbangan kita Covid-19. Kita mau Musda ingin aman dan nyaman, dan dekat bandara, banyak hal yang kami pertimbangkan,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ahmad Puaddi enggan menanggapi dirinya disebut sengaja ditunjuk jadi Ketua Panitia Musda untuk mengamankan jalan H. M. Suhaili FT kembali memimpin Golkar NTB. Dia hanya mengatakan bahwa fokus mempersiapkan pelaksanaan Musda supaya berlangsung lancar, aman dan damai.

“Kewajiban saya sebagai ketua panitia, menyukseskan Musda. Kita tidak berpikir hal lain, intinya sukses, intinya dari sisi pelaksanaan berjalan lancar. Dan tidak jadi ranah kami dari panitia bicara soal pencalonan, ada aturan mainnya,” tegasnya. (ndi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here