Kuasa Hukum GB Bantah Pengakuan Penyidik Soal Pemerkosaan

Mataram (suarantb.com) – Pengacara GB, Ahmad Rifai tuduhan pemerkosaan oleh kliennya di Padepokan Brajamusti milik GB di Sukabumi, Jawa Barat. Hal tersebut diungkapkan usai mendampingi GB saat diperiksa Penyidik Polda Metro Jaya, Kamis, 6 Oktober 2016 di Mapolda NTB.

“Enggak ada pemerkosaan. Tidak ada pemerkosaan dan tidak ada pelecehan seksual di situ (padepokan),” tegasnya saat ditemui di Mapolda NTB.

Iklan

Sebelumnya, Penyidik Polda Metro Jaya, AKBP Azar Nugroho, mengatakan bahwa GB telah mengakui dirinya melakukan pelecehan seksual terhadap dua korban berinisial CTT dan A di padepokan miliknya. Bahkan, istri GB berinisial DA turut membujuk korban memenuhi permintaan GB.

“Inilah perbedaannya bahwa di situ, ini (korban) sudah berteman lama, lah kemudian tiba-tiba mengapa mereka mengungkap seolah-olah terjadi perbuatan yang di luar itu semuanya,” ujar Ahmad Rifai.

“Makanya ketika seseorang melaporkan, misalnya orang itu dilecehkan, kemudian melaporkan ada perbuatan yang tak senonoh, maka orang yang disangka harus memberikan keterangan. Dimintai keterangan. Apakah laporan seseorang ini sesuai atau tidak,” sambungnya.

Sebelumnya CTT dan A telah melaporkan GB dengan tuduhan pemerkosaan atau pelecehan seksual. Hal itu kemudian diperkuat dengan hasil penyidikan oleh Penyidik Polda Metro Jaya pada GB. Namun semua itu dibantah oleh Ahmad Rifai.

Terkait pengakuan istri GB berinisial DA yang membenarkan kasus dugaan pemerkosaan pada penyidik, Ahmad Rifai secara tegas membantahnya. Menurutnya hal tersebut tidak benar. Bahkan dirinya tidak pernah mendengar seperti itu.

“Mengaku seperti apa? Seperti apa? Itu belum ada, coba tanya penyidiknya. Tanya penyidiknya kalau dikatakan seperti itu. Saya tidak mendengar itu, oke,” cetusnya.

Pernyataan Ahmad Rifai ini sangat berlawanan dengan apa yang disampaikan Penyidik Polda Metro Jaya. Sebelumnya, Azar Nugroho menyatakan dari hasil pemeriksaan, GB mengakui pernah melakukan hubungan seksual terhadap korbannya.

“Sudah 32 pertanyaan seputar apa yang diperbuat di padepokannya (GB) kita ajukan. Ada beberapa yang diakui. Dia akui pernah berhubungan (dengan CTT dan A),” ujar Azar usai memeriksa GB di ruang Ditreskrimsus Polda NTB. (szr)