Kuasa Hukum GB akan Lapor Balik Pelapor Dugaan Pemerkosaan

Mataram (suarantb.com) – Kuasa Hukum Ketua Parfi berinisial GB, Irpan Suriadiata SH MH berencana akan melapor balik CT (26) yang telah mengaku dan melaporkan GB atas dugaan pemerkosaan oleh GB terhadap dirinya.

Irpan mengatakan dalam waktu dekat akan melaporkan CT, dikarenakan merasa nama baik kliennya telah dicemarkan atas laporan tersebut.

Iklan

“Pasti. Apapun yang dilakukan tentu dia harus mengetahui adanya konsekuensinya. Kalau dia mengaku sesuatu yang tidak benar, tentu saja orang yang merasa dirugikan akan mengambil langkah-langkah hukum. Dan itu akan kita lakukan, tetapi ada waktunya,” ujar Irpan saat ditemui di Mapolda NTB, Sabtu 10 September 2016.

Irpan mengatakan bahwa apa yang dilaporkan CT adalah upaya untuk mencari sensasi di atas penderitaan kliennya GB. Menurutnya, pengakuan CT sangat aneh, dikarenakan dugaan kasus pemerkosaan yang menimpa dirinya terjadi sejak 2011 lalu, namun baru kali ini CT melaporkan kasus tersebut.

“Kami merasa sangat tidak masuk akal. Saya melihat itu cuma cari sensasi dan numpang tenar di perkara ini. Pelecehan seksual yang diklaim telah dilakukan klien kami terjadi sejak 2011, dan itu berlangsung beberapa tahun. Sangat mustahil kenapa dia tidak melapor pada saat itu,” tutur Irpan.

Irpan juga tidak yakin GB tega melakukan perbuatan sekeji itu. “Kenapa saat ini baru melapor. Itu pertanyaan besar, dan sangat merusak nama baik klien kami. Kami sangat yakin klien kami tidak melakukan hal tersebut,” tambahnya.

Sebelumnya, pada Kamis malam, CT dengan didampingi kuasa hukumnya melaporkan GB pada Polda Metro Jaya, bahwa GB telah melakukan pemerkosaan terhadap dirinya saat masih menjadi anggota padepokan Brajamusti milik GB.

CT mengaku diperkosa saat berumur 16 tahun. Ia mengaku sebelum diperkosa diberikan obat-obatan oleh GB, yang diduga adalah narkoba. Hal tersebut terus terus terjadi hingga CT mengandung anak yang diduga adalah anak GB. Sebelumnya, CT juga mengaku telah melakukan aborsi terhadap kandungan pertamanya akibat dipaksa GB. Namun ketika hamil kedua kalinya, CT lebih memilih untuk tidak menggugurkannya. (szr)