Kualitas Buruk, Rastra Dijual Warga untuk Pakan Ayam

Mataram (suarantb.com) – Beras sejahtera (Rastra) atau sebelumnya disebut raskin yang diterima masyarakat dinilai memiliki kualitas buruk. Hal ini diakui Kepala Dusun Kebun Indah Desa Sesela Lobar, H. Abu Bakar. Akibatnya, warganya lebih memilih menjual beras yang diterimanya untuk pakan ternak.

“Banyak yang menawarkan kepada orang lain bukan untuk dikonsumsi oleh manusia tapi untuk makan ayam, makan bebek seperti itu,” ungkapnya pada suarantb.com Jumat, 5 Mei 2017.

Iklan

Abu menyatakan banyak komplain yang diterimanya terkait rastra ini. Lantaran masyarakat menyebutnya sudah tidak layak dikonsumsi. Tampilannya yang berwarna kuning, membuat masyarakat khawatir akan jatuh sakit jika mengonsumsinya.

Meski demikian, beberapa warga terpaksa tetap mengosumsi beras bantuan pemerintah tersebut. Namun sebelum dikonsumsi, warga mendaur ulang beras tersebut dengan cara menggilingnya. “Tapi ada beberapa warga yang mengupayakan untuk menggiling ulang. Supaya lebih bersih, lebih putih sedikit untuk dikonsumsi biar ndak kuning-kuning begitu. Itu bayarnya Rp 1.500 per kilo,” jelasnya.

Menurut penuturan Abu, bukan sekali ini beras rastra yang diterima pihaknya sudah menguning. Sebelumnya, ia pun pernah mendapatkan pengalaman serupa. Hanya saja, dulu ia mengembalikan beras dengan kualitas buruk tersebut ke Bulog dan meminta ganti.

“Sebelumnya juga pernah terjadi tapi berasnya kita kembalikan ke Bulog minta diganti. Tapi yang sekarang langsung dibagi, karena saya kan kemarin ndak di tempat saat pembagian. Sama ketua RT langsung dibagikan ndak ditukar lagi ke Bulog,” tuturnya.

Dikonfirmasi perihal ini, Kepala Bulog Divre NTB, Achmad Ma’mun mengaku menyesalkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan sebelum disalurkan, rastra telah disortir untuk memisahkan beras yang layak dan tidak.

“Sebenarnya sebelum keluar beras sudah disortir, yang tidak layak salur karena lama masa simpan dipisahkan untuk diproses ulang,” katanya.

Ma’mun menyampaikan jika ada rastra tak layak konsumsi yang diterima masyarakat, Bulog siap mengganti. “Bulog segera mengganti satu kali 24 jam dengan beras baik. Tinggal sampaikan kepada sarker dan segera diganti,” jelasnya.

Jika telah terlanjur dibagikan seperti kasus di Dusun Kebun Indah, Ma’mun menyampaikan masyarakat bisa melaporkan lokasi penyaluran dan akan dijemput segera oleh Bulog. (ros)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional