Kualitas Buruk, 1.405 Ton Rastra Direproses

Mataram (suarantb.com) – Sebanyak 1.405,47 ton beras sejahtera (Rastra) pengadaan tahun 2016 di Perum Bulog Divre NTB menjalani reproses. Beras-beras yang berkualitas buruk ini menjalani reproses atau perbaikan kualitas terhitung sejak 2 Juni 2017 kemarin.

Kabid Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Divre NTB, Moch Ramadan menjelaskan reproses ini dilakukan serentak di empat gudang Bulog di Lombok, yaitu di Gudang Cakranegara I, Gudang Lembar, Gudang Ubung dan Gudang Semayan.

Iklan

“Setelah direproses nanti bisa layak dikonsumsi lagi,” ujarnya, Selasa, 6 Juni 2017.

Dengan biaya Rp 54, dijelaskan Ramadan proses reproses ini terdiri atas tiga metode, yaitu pengipasan untuk menghilangkan debu pada beras, mixing atau pencampuran beras lama dengan beras baru dan terakhir, penggilingan ulang jika dibutuhkan.

“Tapi kita cuman proses blower atau pengipasan dan pencampuran beras Rastra yang sudah lama simpan dan beras baru masuk. Dicampur beras medium yang masuk tahun 2017 dengan perbandingan 50 kilo beras Rastra dengan 100 kilo beras medium baru itu. Jadi ndak sampai proses penggilingan, ndak ada yang dibuang,” jelasnya.

Pantauan suarantb.com di Gudang Bulog Cakranegara I yang berada di Dasan Cermen sebanyak 200 ton Rastra direproses di sana. Tiap harinya sebanyak 20 ton berhasil direproses. Untuk mixing

Rastra yang direproses ini diakui Ramadan telah disimpan sekitar 8 bulan di gudang, dikarenakan keterlambatan penyaluran. “Berasnya masuk sekitar Agustus-September, harusnya Januari disalurkan. Tapi ini baru disalurkan April karena keterlambatan data by name by address yang turun pusat. Itu juga perlu didata ulang lagi sama Disos, jadinya beras ini lama digudang,” paparnya.

Mengenai kegiatan reproses ini dinyatakan Ramadan sudah mendapatkan izin dari Perum Bulog Pusat dilengkapi dengan Standard Operating Procedure (SOP). (ros)

 

Advertisement