Kualitas Air Kali di NTB Lebih Buruk dari Jakarta

Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah

Mataram (Suara NTB) – Kualitas air kali di NTB masuk dalam kategori memperihatinkan. Secara perangkingan, kualitasnya masuk lima besar  terendah di Indonesia.

‘’Bahkan, kualitas air kali di NTB ini lebih buruk dibanding air kali yang ada di Jakarta,’’ kata Wakil Gubernur (Wagub) NTB,  Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dalam acara Jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi yang berlangsung di Halaman Kantor Dinas Pariwisata NTB, Jumat, 23 November 2018.

Iklan

Menyadari kondisi ini, penting menurut orang nomor dua di provinsi ini, agar semua pihak bergerak. Terutama kesadaran bersama agar tak menjadikan sungai sebagai tong sampah. ‘’Padahal kita buka daerah pusat industri, tapi kualitas air kali kita sangat rendah karena kandungan e-Colinya,’’ kata Wagub.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi NTB, Ir.Madani Mukarom juga tak menampik persoalan lingkungan ini.  Penyebab rendahnya kualitas air kali di NTB dipengaruhi beberapa faktor. Diantaranya, kebiasaan masyarakat yang menjadikan sungai sebagai jamban. Berkebalikan dengan kesadaran masyarakat di Pulau Jawa, yang umumnya sangat sadar akan pentingnya jamban.

‘’Kita di NTB, sebagian besar atau 85 persen buang hajat di selokan. Muaranya ke kali,’’ jelas Madani.

Tidak saja limbah manusia. Kotoran ternak dari kandang-kandang ternak juga umumnya disalurkan pembuangannya ke kali. Tidak ada water treatment yang dilakukan oleh peternak, atau kelompok ternak. Akhirnya, lagi-lagi sasaran akhir pembuangannya ke kali. Demikian juga industri rumahan, misalnya industri tahu tempe. Umumnya air limbahnya juga dibuang ke kali.

‘’Ada yang nyedot tinja dari rumah-rumah. Juga buangnya ke sana (kali). Seharusnya ada yang kelola dulu,’’ katanya.

Pada saat musim tanam berlangsung, air hasil pengolahan lahan milik petani yang masih keruh, pun pembuangannya ke kali. Selain mengakibatkan perubahan kualitas air kali, juga berdampak kepada sedimentasi kali.

‘’Karena itulah, gerakan lingkungan sehat ini digalakkan. Jangan semuanya di buang ke kali. Akibatnya, kita dapat perangkingan masuk lima besar terendah kualitas air kali kita,’’ kata Madani. (bul)