KUA PPAS APBD 2021, Pemprov Turunkan Target Retribusi Daerah Jadi Rp47 Miliar

H. Azhar (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB menurunkan target penerimaan retribusi daerah menjadi Rp47 miliar dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD 2021. Sementara, dalam APBD Perubahan 2020, target retribusi daerah ditetapkan sebesar Rp64 miliar lebih.

‘’Tahun depan kita menargetkan (retribusi daerah) Rp47 miliar. Itu pun memperhatikan kondisi dampak Covid. Kalau Covid mereda, maka ada recovery. Kita tak bisa langsung naik,’’ ujar Kepala Bidang Retribusi, Dana Perimbangan dan Pendapatan Lainnya Bappenda NTB, Drs. H. Azhar, M.M., dikonfirmasi Suara NTB, Jumat, 20 November 2020 siang kemarin.

Azhar menjelaskan, pada APBD murni 2020, retribusi daerah ditargetkan sebesar Rp14 miliar. Dari target tersebut telah tercapai sebesar Rp12 miliar. Namun, dalam APBD Perubahan 2020, target retribusi daerah dinaikkan 380 persen menjadi Rp64 miliar lebih.

Diperkirakan, sampai Desember mendatang, realisasinya mencapai 60 persen.  Untuk mengotimalkan penerimaan retribusi dari pemanfaatan aset daerah, kata Azhar, dibutuhkan anggaran untuk memperbaiki sarana dan prasarana yang ada.

Karena, anggaran untuk perbaikan sarana prasarana yang sifatnya ringan saja masih sangat minim. Selain itu, perlu dilakukan validasi data terkait potensi retribusi daerah. Kemudian mencari potensi-potensi baru.

Azhar menambahkan, pandemi Covid-19 sangat berdampak terhadap realisasi penerimaan retribusi daerah. Karena banyak sarana dan prasarana yang dimiliki Pemprov NTB di beberapa OPD sebagai penghasil retribusi terkena dampak.

Seperti sarana prasarana diklat, kemudian destinasi wisata yang tak ada pengunjungnya karena pandemi Covid-19.

Untuk mengoptimalkan penerimaan retribusi daerah, Azhar mengatakan telah dibuat inovasi e-retribusi. Kemudian ada juga Retribusi Bersinar, yang artinya  bersih, berinovasi, akuntabilitas dan realistis.

“Kalau masalah pemanfaatan aset memang banyak sekali yang belum dimanfaatkan secara maksimal,” tandasnya. (nas)