KUA-PPAS 2022 Disetujui, APBD Lobar Diperkirakan Surplus Rp40 Miliar

Wabup Hj. Sumiatun bersama unsur pimpinan DPRD menyetujui KUA PPAS tahun anggaran 2022. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menyetujui Kebijakan Umum Anggaran dan Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Kabupaten Lobar  Tahun Anggaran 2022. Persetujuan KUA-PPAS dilakukan dalam sidang paripurna DPRD Lobar yang dipimpin Ketua DPRD Lobar Hj. Nurhidayah, bersama para pimpinan DPRD Lobar  dan Wakil Bupati Lobar, Hj. Sumiatun, Kamis, 18 November 2021.

Dalam KUA-PPAS Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp1,759 triliun lebih. Sedangkan Belanja Daerah dialokasikan sebesar  Rp 1,719 triliun lebih. ” Ada surplus sebesar Rp40 miliar 600 juta lebih dalam KUA-PPAS,” ungkap Munawir Haris selaku Juru Bicara (Jubir) Banggar.

Iklan

Sementara itu untuk penerimaan pembiayaan sebesar Rp 300 juta dan Pengeluaran Pembiayaan sebesar  Rp 40,9 miliar dengan pembiayaan netto minus Rp40,6 miliar.

Surplus dana Rp40,6 miliar, tersebut akan dimanfaatkan untuk menutupi pembiayaan yang mengalami defisit sebesar Rp 40,6 miliar. Ia menjelaskan, KUA-PPAS merupakan dokumen anggaran yang disusun sebagai pedoman dalam penyusunan APBD tahun anggaran 2022. KUA-PPAS disusun berdasarkan Rencana Kerja Prioritas Daerah (RKPD) hasil Musyawarah Perencanaan  dari Pembangunan (Musrenbang).

Secara eksplisit sumber Penerimaan Daerah terutama yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus dapat dimaksimalkan untuk membiayai pelaksanaan pembangunandaerah secara bertahap.

Dalam kesempatan ini,  politisi PAN menyampaikan saran dan masukan kepada eksekutif, yang isinya pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan dan lain sebagainya yang dapat menunjang peningkatan ekonomi rakyat, jangan hanya terfokus di sebagian kecil Lombok Barat saja, namun lebih merata, terutama di wilayah pedalaman yang secara faktual rakyat sangat membutuhkan.

“Pemerintah daerah harus memprioritaskan penyelesaian program dan kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” jelasnya.

Pemkab Lobar perlu berusaha secara maksimal untuk meningkatkan pencapaian target vaksin di Kabupaten Lobar, mengingat persentase capaian vaksin suatu daerah menjadi perhatian dan pertimbangan calon wisatawan Lobar. Pemerintah perlu mempertimbangkan alasan mengapa menurunkan target pertumbuhan ekonomi sekitar 1-2,5 persen sementara angka ini jauh dari target pertumbuhan nasional.(her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional