KSB Zona Hijau Penyebaran Covid-19

Infografis perkembangan kasus Covid-19 KSB per 21 September menunjukan tidak terdapat lagi pasien yang dinyatakan terpapar.(Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akhirnya dinyatakan zona hijau penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19). Ini kali pertama KSB menyandang status bebas virus asal Tiongkok itu, sejak kasus infeksi pertama terderdeteksi pada akhir April lalu.

Sebelum dinyatakan zona hijau seluruh wilayahnya, dua kasus dinyatakan sembuh terjadi di dua kecamatan. Yakni di kecamatan Taliwang dan Maluk. Kesebuhan 2 pasien terakhir itu diumumkan pada Senin, 21 September secara resmi oleh tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 KSB berdasarkan data perkembangan kasus yang diterbitkan Pemprov NTB di waktu yang sama.

Iklan

Sebelum dinyatakan zona hijau sekarang ini, upaya Pemda KSB menghalau laju penyebaran virus corona ini terhitung cukup panjang. Hampir sekitar 6 bulan sejak kasus pertama terdeteksi di akhir April lalu. Saat itu, kasus pertama yang terdeteksi terjadi di wilayah kecamatan Taliwang.

Sejak saat itu perlahan jumlah kasus terus bertambah. Dan dalam catatan tim Gugus Tugas Covid-19, klaster terbanyak yang menyumbangkan kasus positif adalah klaster Magetan, Jawa Timur.

Juru bicara Gugus Tugas KSB, H. Tuwuh yang dikonfirmasi terkait zona hijau itu, menyampaikan rasa syukurnya. Menurut dia, terbebasnya daerah sementara ini dari penyebaran virus corona berkat kerja sama seluruh stakeholder pemerintah dan masyarakat. “Tentu ini sebuah progres yang baik dalam upaya penanganan kita terhadap virus itu,” katanya, Selasa, 22 September 2020.

Meski saat ini sudah ‘terbebas’ selanjutnya H. Tuwuh menyatakan, agar kewaspadaan terhadap penyebaran virus tersebut tetap harus ditingkatkan. Terutama di tingkat masyarakat dengan cara mematuhi seluruh protokol kesehatan terkait pencegahannya. “Masyarakat tidak boleh lengah. Kita sudah punya pengalaman kan sebelumnya. Kasus sempat melandai tapi kemudian terjadi lonjakan lagi,” cetusnya.

Pemerintah sendiri, lanjut dia, dengan status zona hijau ini tetap akan bekerja semaksimal mungkin menghalau kembali merebaknya virus corona tersebut. Salah satu upaya yang intens dilaksanakan yakni penegakan Perda Nomor 7 Tahun 2020 tentang penanggulangan penyakit menular milik Penprov NTB. Di mana regulasi itu secara spesifik memuat mengenai penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Tapi intinya kalau kita ingin pertahankan status zona hijau hari ini ke depannya. Kuncinya hanya satu. Semua kita dan masyarakat selalu dan harus patuhi seluruh protokol pencegahan Covid-19,” pungkas H. Tuwuh. (bug)