KSB Terus Maksimalkan Potensi Lahan Cadangan

Syaiful Ulum (Suara NTB/dok)

Taliwang (Suara NTB) – Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan (Tanbunnak) Sumbawa Barat, mencatat sedikitnya sekitar 2000 hektar lahan cadangan belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Lahan yang dihajatkan untuk menutupi penyusutan tersebut diharapkan mulai berfungsi di awal tahun 2020 mendatang karena untuk tahun 2019 difokuskan untuk pemenuhan sarana pendukung.

Salah satunya pemenuhan sumber mata air baku baik itu sumur bor dalam maupun embung sehingga lahan yang belum memberikan hasil bisa bermanfaat.

Iklan

 “Kita akui memang masih banyak lahan cadangan yang belum bisa kita manfaatkan secara maksimal karena pasokan air yang terbatas. Maka dari itu, mulai tahun 2019 kita akan upayakan agar lahan yang belum memiliki sumber mata air bisa dimaksimalkan. Kita juga sudah turun ke lokasi yang belum memiliki sumber mata air untuk bisa kita intervensi, sehingga lahan yang saat ini masih menjadi lahan tidur bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ungkap Kepala Distanbunnak kepada Suara NTB melalui Kabid pertanian tanaman pangan Syaiful Ulum SP, baru-baru ini.

Dikatakannya, ribuan hektar lahan yang belum bisa dimanfaatkan secara maksimal sebagai lahan pertanian, karena pada saat pelaksanaan program cetak sawah tidak dibarengi dengan sumber mata air. Maka dari itu, pihaknya akan terus berupaya menambah sumber mata air baku yang bisa dimanfaatkan untuk mengairi sawah yang belum memberikan manfaat tersebut.

Hal itu harus dilakukan karena kondisi lahan pertanian saat ini semakin terdesak pembangunan baik itu untuk pembangunan jalan maupun fasilitas lainnya. Bahkan saat ini ada sekitar 10-15 persen hektar lahan yang sudah mengalami penyusutan, jumlah ini juga diprediksi akan terus bertambah di masa yang akan datang.

Maka dari itu, pihaknya tetap bersikeras untuk menambah sumber air baku terhadap lahan yang masih menjadi lahan tidur. Terutama di lokasi yang akan dilakukan cetak sawah baru, sehingga lahan yang masih tidur itu bisa memberikan manfaat. Selain memaksimalkan potensi lahan cadangan tersebut, pihaknya juga akan membuat aturan untuk menekan terjadinya pembangunan infrastruktur secara masif di dalam kota Taliwang.

“Kita tetap akan memaksimalkan potensi lahan cadangan yang kita miliki saat ini, sehingga produksi pertanian kita bisa terus meningkat. Kita juga berencana membuat aturan untuk membatasi pembangunan infrastruktur di lahan pertanian supaya tidak terjadi penyusutan setiap tahun,” tukasnya. (ils)