KSB Siapkan Posko Pemantauan Covid-19 di Pintu Masuk

0
Petugas tampak berjaga di posko pemantauan khusus covid-19 di Pelabuhan Poto Tano. Posko ini dibangun untuk menjalankan prosedur pemeriksaan ketat terhadap setiap penumpang yang turun dari kapal penyeberangan.(Suara NTB/ils)

Taliwang (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa Barat, akan menyiapkan posko pemantauan khusus covid-19 di pelabuhan Poto Tano dan Benete. Dilengkapi petugas medis dengan alat pelindung khusus. Upaya tersebut dilakukan untuk meminimalisir masuknya virus dimaksud ke KSB dan pulau Sumbawa umumnya. Setiap penumpang yang turun dari kapal penyeberangan akan langsung diperiksa secara intensif oleh petugas dengan harapan virus tersebut tidak masuk ke KSB.

“Mulai hari ini posko tersebut sudah terbangun dan para petugas medis juga sudah siap dilapangan melakukan pemantauan bagi masyarakat yang menggunakan jasa pelabuhan Poto Tano dan Benete. Kami berharap dengan intensifnya pemeriksaan yang akan dilakukan di kedua pelabuhan tersebut penyebaran Covid-19 bisa diminimalisir sehingga KSB tetap aman dari virus. Kami juga akan terus memantau perkembangan virus ini dengan meningkatan kewasapadan dini,” ungkap Wakil Bupati KSB, Fud Syaifuddin ST, saat memimpin pembentukan satgas virus covid-19, Rabu, 18 Maret 2020.

IKLAN

Selain posko pemantauan khusus, dirinya juga meminta supaya dinas kesehatan bisa memantau masyarakat yang berasal dari luar KSB terutama para TKI yang pulang kampung. Hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi dan memastikan tidak munculnya covid-19 di KSB, terutama dari para TKI yany pulang kampung. Selain itu, kepada kepala desa juga diharapkan untuk memantau masyarakat mereka terutama pendatang baru. Jika lalai dan ada kasus itu ditemukan di KSB, maka upaya antisipasi yang sudah dilakukan tidak akan memberikan hasil yang maksimal. Makanya kordinasi dengan leading sektor terkait masalah covid-19 (Dikes) harus bisa dilakukan secara intensif guna menekan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi saat ini RSUD Asy Syifa Taliwang sudah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan penanganan covid-19 di NTB, sehingga diharapkan peran serta masyarakat untuk melapor jika ada gejala yang berkaitan dengan hal tersebut.

Pihaknya juga memastikan bahwa sampai dengan saat ini tidak ada warga KSB yang terpapar virus dimaksud. Kalaupun sempat ada warga KSB yang dilakukan pemantauan khusus karena pulang kampung dari Malaysia tetapi bisa dipastikan orang yang dipantau itu bebas dari covid-19 setelah dilakukan observasi selama 14 hari. “KSB sudah aman dari virus covid-19, makanya kami minta pengawasan di pintu masuk KSB diperketat dan diawasi maksimal. Kami juga meminta kepada kepala desa untuk memantau warganya terutama yang kembali dari luar negeri,” pungkasnya. (ils)