KSB Siapkan Perbup Larangan Pelajar Bawa Kendaraan

Taliwang (Suara NTB) – Pemerintah Daerah (Pemda) Sumbawa Barat berencana membuat Peraturan Bupati (Perbup) terkait larangan bagi siswa membawa kendaraan pribadi ke sekolah. Terutama kendaraan roda dua (R2) yang paling banyak digunakan oleh para siswa. Larangan ini nantinya hanya akan berlaku bagi para siswa SD dan SMP di wilayah setempat. Upaya tersebut dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas (laka lantas).

“Saya sudah perintahkan kepada dinas Dikpora untuk segera membuat telaah staff terkait Perbup yang kita luncurkan nanti. Sehingga pelaksanaannya bisa maksimal dan sesuai harapan. Upaya ini juga kita ambil supaya tingkat laka lantas yang ada saat ini bisa semakin ditekan di sini,” ungkap Wakil Bupati KSB Fud Syaifuddin ST, kepada Suara NTB, Kamis, 12 April 2018.

Iklan

Dikatakannya, persoalan anak saat ini sudah menjadi atensi pihaknya sejak beberapa bulan terakhir. Selain karena masalah narkoba yang semakin marak kenakalan remaja juga menjadi poin lain yang harus segera disikapi. Proses dari kenakalan remaja juga dimulai dari kepemilikan kendaraan roda dua. Baik itu terjadinya tawuran antar para pelajar maupun masalah moral-moral yang lain. Apalagi siswa yang berada di jenjang pendidikan SMP sangat rawan terjadinya gesekan. Karena kondisi psikologi yang masih sangat labil dan masih mencari jati diri. Sehingga semua hal akan dicoba oleh anak-anak ini. Salah satu contoh saja, yang paling banyak trek-trekan di KTC adalah siswa SMP dan SD.

“Kita sengaja buat Perbup untuk mengatasi moral anak ini untuk tidak semau-maunya dalam bertindak,” imbuhnya.
Alasan lain sehingga perlu ada Perbup lanjut wabup, karena saat ini sudah ada bus sekolah yang bisa digunakan oleh para siswa. Bahkan bus sekolah ini gratis bagi para siswa adan akan diantar sampai ke rumahnya. Sehingga para siswa tidak lagi merasa kesulitan ketika hendak ke sekolah dan pulang. Kalaupun tidak bisa terangkut secara maksimal karena bisnya masih terbatas pihaknya berharap supayara orang tua untuk bisa mengantar anak-anaknya ke sekolah. Sehingga anak-anak mereka bisa terkontrol dengan baik jauh dari tindakan yang tidak bermoral.

“Kita akui untuk saat ini armada bus kita masih kurang untuk melayani semua siswa yang ada. Tapi untuk sementara ini, kita minta kepada orang mengantar anak-anaknya ke sekolah,” tukasnya. Seraya menyebutkan, kedepannya juga pihaknya akan menambah armada bus sekolah yang ada saat ini. (ils)