KSB Siapkan 527 Hektar untuk Daerah Transmigrasi Baru

Kepala Disnakertrans KSB,  H. Muslimin HMY (Suara NTB/ils)

Taliwang (Suara NTB) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sudah menyiapkan lahan sekitar 527 hektar sebagai daerah transmigrasi baru. Penyiapan lahan di blok Batu Nampar tersebut dilakukan menyusul dikeluarkannya SK Menteri  Pembangunan Desa Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi Nomor 71 Tahun 2018 tentang penetapan Kecamatan Sekongkang sebagai kawasan untuk transmigrasi.

Kepala Disnakertrans KSB, Ir. H. Muslimin HMY M. Si kepada Suara mengatakan, penyiapan lahan 527 hektar tersebut dilakukan menyusul adanya rencana pemerintah untuk membuka kawasan transmigrasi baru tahun 2020.

Iklan

Lahan yang berada di blok Batu nampar SP3 UPT Tongo tersebut, diharapkan bisa menjadi lokasi pemukiman. Bahkan Pemerintah juga sudah mengusulkan sekitar 200 kepala keluarga (kk) yang  akan menempati lokasi baru tersebut. Pemkab juga menjamin lokasi baru ini sudah tidak bermasalah karena lahan tetsebut bukan menjadi bagian tanah ulayat (adat). Sehingga kondisi lahan tersebut dianggap sudah layak untuk ditempati masyarakat transmigran di tahun 2020 mendatang.

“Lahan untuk lokasi transmigrasi baru sudah kita siapkan tinggal kita menunggu waktu saja. Kami juga menjamin lokasi baru tersebut tidak ada masalah baik itu kepemilikan lahan maupun masalah lainnya,” ungkapnya.

Dikatakannya, terkait dengan warga yang akan ditempatkan di lokasi baru tersebut, pihaknya sangat berharap supaya bukan dari luar daerah. Hal ini tentu beralasan supaya tidak ada lagi kecemburuan antara masyarakat dengan calon penghuni kawasan transmigrasi.

Kendati demikian, pihak terkait tidak bisa mengintervensi lebih jauh karena itu merupakan hak dan wewenang dari Pusat. Tapi yang jelas 200 KK yang sudah diusulkan ke Kementerian di awal tahun 2019 lalu merupakan masyarakat yang berada di wilayah kecamatan Sekongkang dan kecamatan lainnya yang berada di KSB. Sedangkan dari jumlah lahan yang disiapkan dan KK yang akan menempati wilayah tersebut rata-rata para transmigran akan mendapatkan lahan 1-2 hektar. Dimana dalam lahan tersebut termasuk lahan perkebunan dan pertanian.

“Kita sudah usulkan ke Kementerian PDT terkait  jumlah KK yang akan menempati lahan yang kita siapkan itu, tinggal menunggu proses selanjutnya. Mudah-mudahan tiga bulan kedepan sudah ada hasil yang baik,” tandasnya. (ils)