KSB Sepakat Ide Selamatkan Bank NTB Syariah

0
Fud Syaifuddin. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Wacana mengundang investor menanam modal di Bank NTB Syariah agar tidak terdegradasi menjadi Bank Perkereditan Rakyat (BPR) juga mendapat respon positif pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

“Kalau kami setuju-setuju saja ya. Ide mengajak investor memperkuat modal bank NTB Syariah itu bagus kok,” kata Wakil Bupati KSB, Fud Syaifuddin kepada Suara NTB, Selasa, 20 April 2021.

IKLAN

Menurut Wabup, sebagai salah satu pemilik saham, Pemda KSB akan mendukung langkah apapun yang diambil Pemrpov NTB selaku pemegang saham pengedali dalam menyelematkan Bank NTB Syariah. Termasuk jika itu membuka ruang bagi investasi pihak ketiga dari luar lingkungan pemerintah. “Itu memang bisa menjadi solusi efektif di tengah kondisi ketidakpastian perekonomian global akibat dihantam pandemi corona seperti sekarang ini,” timpalnya.

Kendati prinsipnya setuju, Wabup tetap berharap Pemprov mengajak seluruh kabupaten/kota membicarakannya. Mengkaji sisi positif maupun negatif jika kebijakan tersebut akhirnya diambil terutama bagi daerah. “Kalau saran saya ya. Bisa ajak pihak ketiga inves. Tapi jangan sampai mereka kemudian jadi saham dominan. Kan semangat Bank NTB (syariah) sebagai lembaga keuangan dareah NTB jadi hilang dong,” cetusnya.

Selanjutnya  Wabup menguraikan, mencermati penjelasan Pemprov NTB ada beberapa skenario lain juga yang siap dijalankan untuk menyelamatkan Bank NTB Syariah turun kasta jika pada tahun 2024 mendatang nilai modal intinya tidak cukup minimal Rp 3 triliun. Dalam opsi-opsi tersebut, Pemprov bersama kabupaten/kota selaku pemengang saham akan memaksimalkan potensinya menyokong penguatan permodalan bank. “Nah opsi itu juga patut didahulukan ya. Kalau memang pada akhirnya sudah mentok baru ke skebario undang investor itu,” tukas orang nomor dua KSB ini.

Dukungan Pemda KSB terhadap Bank NTB Syariah selama ini cukup besar. Bahkan di sisi permodalan dalam rangka pencapaian modal inti bank plat merah tersebut, Pemda KSB telah membentuk Perda Nomor 16 Tahun 2019 tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemda KSB Kepada PT Bank NTB Syariah. Dalam klausul Perda itu, KSB menargetkan total penyertaan modalnya hingga tahun 2023 mendatang sebesar Rp 100 miliar.

Sayangnya dengan kondisi perekonomian yang saat ini tengah digelimangi dampak pandemi Covid-19. Pemda KSB sedikit pesimis targetnya membantu bank NTB Syariah itu akan tercapai tepat waktu.

Berdasarkan data, posisi penyertaan modal KSB hingga tahun 2020 baru ini baru di angka Rp. 39.643.280.940. Sementara rerata deviden yang diterima Pemda KSB atas modalnya tersebut yang kemudian disetorkan kembali ke BanK NTB Syariah sebagai tambahan modal berkisar sekitar Rp 5 miliar lebih. (bug)