KSB Kembali Usulkan Tujuh Lokasi TPST3R

Ilustrasi sampah . (Suara NTB/dok)

Taliwang (Suara NTB)– Pemkab Sumbawa Barat, kembali mengusulkan tujuh lokasi baru sebagai tempat untuk pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) ke pemerintah pusat. Upaya untuk menambah lokasi TPST3R tersebut dilakukan dalam rangka mendukung program zero waste yang dicanangkan oleh Pemprov NTB sekaligus mendorong penanganan sampah secara maksimal.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melalui Kabid Kebersihan Dedi Damhudi SP., M. Si kepada Suara NTB, mengatakan untuk penambahan tujuh lokasi baru tersebut sudah mulai disuarakan ke Pemerintah pusat termasuk membangun kordinasi dengan Pemerintah desa. Hal tersebut dilakukan, karena manfaat dari keberadaan TPS3R sudah sangat banyak seperti pembuatan pupuk organik maupun dan menekan terjadinya pembuangan sampah langsung ke TPA karena kondisi TPA sudah semakin kritis.

Iklan

Hal tersebut terlihat dari beroperasinya TPST3R kompi handal di Kelurahan Dalam, Kecamatan Taliwang yang sudah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. Untuk itu, penambahan terhadap lokasi baru harus bisa dilakukan  sehingga pola penanganan sampah akan lebih maksimal. Hanya saja sampai saat ini usulan tersebut masih belum ada respon dari Kementerian terkait, karena sangat tidak mungkin untuk tahap pembangunan TPST3R itu ke daerah. Karena untuk satu TPST3R saja dibutuhkan anggaran sekitar Rp700 juta dan anggaran dari daerah tidak akan cukup untuk pembangunannya.

“Memang untuk tujuh usulan baru tersebut belum ada tindak lanjutnya dari Kementerian tetapi kami sangat berharap bisa direalisasikan segera karena anggaran APBD tidak akan cukup mengintervensi pembangunan TPST3R ini,” ungkapnya.

Dikatakannya, upaya untuk penambahan TPS3R ini tidak hanya disuarakan ke Pemerintah pusat tetapi juga ke pihak P3E juga sudah dilakukan. Bahkan Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) sudah memberikan respon baik terkait rencana pembangunan TPST3R termasuk untuk penambahan sarana yang dibutuhkan di TPST3R yang lama ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Tentu hal tersebut baru sebatas usulan saja, sementara untuk realisasinya sampai dengan saat ini belum ada informasi yang baru. Hanya saja pihaknya sangat berharap supaya P3E juga ikut ambil bagian. Karena jika hanya mengandalkan anggaran daerah yang sifatnya sangat terbatas diyakini tidak akan memberikan hasil yang maksimal.

Maka dari itu dalam waktu dekat ini, pihaknya berencana untuk membangun kordinasi kembali dengan pihak terkait, besar harapan bisa segera direspon oleh Kementerian terkait. Jika TPST3R sudah terbangun, maka penanganan sampah akan semakin maksimal dilakukan.

“Kami akan segera berkoordinasi kembali dengan Kementerian LHK terkait realisasi pembangunan TPST3R di tujuh lokasi tersebut. Jika sarananya sudah lengkap, kami sangat yakin sampah yang tidak terurus bisa tertangani secara maksimal di KSB,” pungkasnya. (ils)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional