KSB Kejar Target Pemenuhan SPM Fasyankes

Taliwang (suarantb.com)

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus berupaya memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) bagi masyarakat.

Iklan

Sekretaris Dikes KSB, Tuwuh, SKM mengatakan, secara umum kondisi Fasyankes yang ada di daerah sudah cukup memadai. Namun demikian, sesuai standar masih terdapat beberapa hal yang harus dipenuhi dan dibenahi agar mampu memenuhi SPM sebagaimana yang telah ditentukan pemerintah. “Kalau dari sisi pelayanan yang sudah berjalan sudah cukup baik. Tapi kan ada standar yang harus kita penuhi,” terangnya.

Dari tiga komponen yang harus dilengkapi untuk memenuhi SPM, Tuwuh mengatakan, kebutuhan tenaga kesehatan yang masih perlu ditambah. Terutama kebutuhan dokter umum dan dokter gigi yang sejauh ini baru beberapa Puskesmas dinyatakan lengkap.

Untuk memenuhi kebutuhan dokter umum dan dokter gigi ini, Pemda KSB setiap tahunnya mengalokasikan anggaran untuk mengangkat tenaga honorer dan mengajukan proposal ke pemerintah pusat. Hanya saja upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal karena tenaga dokter umum dan gigi sangat terbatas. “Bukan karena kita tidak berupaya. Tapi memang dokter umum dan gigi ini jumlahnya terbatas. Jadi upaya kita belum ada hasil sejauh ini,” ungkap Tuwuh.

Dari delapan Puskesmas yang ada, rata-rata kebutuhan dokter yang diperlukan antara dua sampai tiga dokter. Tuwuh menjelaskan, untuk Puskesmas di kecamatan Taliwang, Seteluk, Brang Rea dan Brang Ene pihaknya telah menetapkan kebutuhan dokter sebanyak tiga orang, sementara Puskesmas lainnya dua orang. “Di empat Puskesmas itu tingkat kunjungannya tinggi. Jadi kita butuh dokter lebih untuk memastikan pelayanan tetap berjalan setiap waktu,” paparnya.

Hal lain yang tengah dibenahi adalah bangunan fisik. Hampir seluruh bangunan Puskesmas di masing-masing kecamatan dalam beberapa tahun terakhir terus dilakukan peremajaan, termasuk penambahan bangunan baru untuk melengkapi seluruh bagian pelayanan. “Contoh sekarang di Puskesmas Sekongkang dilakukan pembangunan baru karena bangunan sebelumnya sudah tidak memadai. Begitu juga di beberapa Puskesmas lainnya,” sebutnya.

Demikian pula untuk fasilitas mobilisasi Puskesmas berupa mobil ambulans. Tuwuh mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir pemerintah terus menambah jumlah armada dan kemampuan masing-masing unit mobil ambulans. Terutama yang melayani daerah-daerah terpencil, pemerintah menyediakan ambulans 4×4 (dobel gardan) agar bisa melalui medan sulit. “Ada juga yang kita lakukan peremajaan dan perbaikan berkala. Dengan begitu semua mobil ambulans di tiap Puskesmas berfungsi dengan baik,” katanya.

Tidak hanya teradap unit Puskesmas yang ada, RSUD Asy-Syifa sebagai pusat rujukan daerah turut dibenahi. Tuwuh mengatakan, meski baru sekitar setahun beroperasi RSUD Asy-Syifa tengah mengejar akreditasi rumah sakit nasional (ARSN). Seluruh fasilitas di RSUD pun kini terus dibenahi termasuk melengkapi kebutuhan tenaga kesehatan dokter dan perawat serta alat-alat kesehatannya. “Target kita dalam dua tahun ke depan RSUD kita bisa terakreditasi,” imbuhnya. (bug)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here