KSB Dapat Rekor MURI Tuntaskan Lima Pilar STBM

Surat persetujuan MURI yang diterima Pemda KSB. Dalam surat itu MURI menyatakan KSB menjadi kabupaten pertama yang telah menuntaskan 5 Pilar STBM.(Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Torehan prestasi Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menuntaskan lima Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) mulai mendapatkan perhatian luas nasional. Buktinya Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) resmi memasukkan KSB dalam catatan peraih prestasi dalam dokumennya sebagai Kabupaten Pertama di Indonesia Tuntas Lima Pilar STBM.

Staf Khusus bupati KSB, Benny Tanaya mengatakan, dicatatkannya KSB dalam rekor MURI sebagai daerah pertama di Indonesia yang telah menuntaskan lima Pilar STBM itu telah dirintis sejak dua bulan lalu. Berbarengan dengan kegiatan penuntasan pilar empat dan lima, Pokja STBM Kabupaten mendaftarkan pencapaian itu ke MURI. “Jawabannya baru hari ini kita terima. Tapi kita usulkan sudah dua bulan lalu,” ungkapnya, Selasa, 24 Agustus 2021.

Iklan

Pencatatan prestasi KSB oleh MURI itu melalui proses panjang. Setelah mengajukan permohonan, pihak museum meminta kelengkapan dokumen persyaratannya termasuk melakukan verifikasi faktual di lapangan. Dikatakan Benny, dirinya tak tahu persis kapan pihak MURI turun lapangan melakukan verifikasi. Namun yang jelas, bahan terakhir yang diajukannya adalah bukti kegiatan deklarasi tingkat kabupaten pada pekan lalu.

“Dalam dokukentasi deklarasi itu kan ada pernyataan secara nasional bahwa kita (KSB) memang sudah tuntas lima Pilar STBM melalui Kemenkes dan pak Sanidaga (Uno) selaku Satgas Toilet Nasional sekaligus Menparekraf,” bebernya seraya menambahkan, verifikasi MURI itu juga digelar berjenjang hingga ke tingkat provinsi.

“Saya dapat info memang provinsi sempat dikonfirmasi soal pencapaian kita soal STBM ini. Dan oleh provinsi dibenarkan,” sambung Benny.

Ia selanjutnya mengatakan, konfirmasi yang disampaikan pihak MURI tersebut telah resmi. Karena itu KSB berhak menyandang sebagai salah satu daerah yang telah mencatatkan namanya sebagai pemegang rekor. “Untuk penyerahan piagamnya kita (KSB) diberi keluasan menentukannya. Karena ini masih suasana pandemi. Jadi untuk sementara kita masih cari-cari waktu yang tepat,” imbuh Benny. (bug)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional