KSB Bantah Menekan Perusahaan agar Pulangkan Naker Asing

Taliwang (Suara NTB) – Baru-baru ini PT BAS, perusahaan sub kontraktor di PT Twink, pelaksana pembangunan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kertasari memulangkan sebanyak 11 orang tenaga kerja (naker) asing  asal Tiongkok.

Hal ini menimbulkan polemik, sebab Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dituding menjadi biang dipulangkannya para TKA yang bekerja di bagian boiler PLTU Kertasari itu.

Iklan

Menanggapi hal tersebut, pihak Disnakertrans KSB tegas membantahnya. Melalui Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial dan Pengawasan (Hiwas), Drs. Zainuddin membantah pihaknya menjadi biang dipulangkannya belasan 11 TKA di proyek PLTU tersebut.

“Kami tidak tahu apa alasannya dipulangkan. Coba tanya imigrasi soal itu. Yang jelas dari sisi aturan ketenagakerjaan, ada persoalan. Dan itu pun kita lakukan pembinaan untuk menyelesaikannya. Jadi tidak benar kalau kami menekan perusahaan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, sejak awal pihaknya hanya melakukan pembinaan ketenagakerjaan di PLTU. Dalam perjalanannya, Disnakertrans KSB menemukan adanya 12 dari 16 orang TKA yang tidak memiliki pendamping tenaga lokal (Indonesia). Padahal sesuai Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, hal tersebut menjadi sebuah kewajiban yang diharuskan kepada perusahaan pemberi kerja kepada TKA.

“Aturannya jelas 1 orang TKA itu harus didampingi 1 orang tenaga lokal untuk kebutuhan alih teknologi dan alih keahlian,” terangnya.

Dari temuan itu, Disnakertrans KSB pun menyarankan perusahaan melakukan pengisian tenaga pendamping. Namun alih-alih hal tersebut dilaksanakan, perusahaan justru memulangkan 11 TKA-nya tanpa memberikan informasi kepada Pemda KSB melalui dinas terkait.

“Padahal mereka datang resmi. Kami menerbitkan IMTA (izin mempekerjakan tenaga asing). Tapi kok dipulangkan tanpa melapor dan kami yang seakan disalahkan,” sesal Zainuddin..

Zainuddin mengungkapkan, sebenarnya banyak kemungkinan potensi pelanggaran terhadap penempatan TKA oleh PT BAS di PT Twink. Hanya saja pihaknya belum melakukan penelusuran lebih dalam, mulai misalnya sertifikat keterampilan pada bidang kerja yang dikerjakannya hingga kemampuan alih teknologi dan alih keahlian yang menjadi amanat undang undang ketenagakerjaan.

“Tapi kami tidak gubris sampai di sana dulu. Kami hanya minta yang awal penuhi tenaga pendampingnya. Itu saja. Tapi kok ini langsung dipulangkan,” katanya.

 “Kami tidak bisa mengesampingkan aturan ketenagakerjaan karena itu memang bidang kami. Tapi kami berupaya memfasilitasi perusahaan agar bisa bekerja lancar, toh apa yang dibuat untuk masyarakat kita juga,” sebutnya seraya kembali menegaskan pihaknya tidak memiliki kewenangan mendeportasi seorang warga negara asing. (bug)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here