KSB Apresiasi Proses Penjualan Saham Newmont Berjalan Lancar

Taliwang (Suara NTB) – Proyek pertambangan Batu Hijau akhirnya resmi berpindah tangan dari PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) ke PT Amman Mineral Internasional (AMI). Proses akuisisi saham sekaligus ganti operator tambang Batu Hijau itu disambut baik oleh banyak pihak, tak terkecuali oleh pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) selaku kabupaten penghasil.

Pemerintah KSB menilai proses pergantian operator pertambangan Batu Hijau itu, dengan akuisisi saham mayoritas oleh PTAMI dari tangan PT NNT perlu diapresiasi. Tidak saja karena proses transaksinya yang berjalan lancar, tetapi pembelian saham itu sekaligus mengubah status tambang Batu Hijau dari perusahaan asing ke tangan swasta nasional. “Alhamdulillah, Rabu lalu kami juga turut hadir dalam acara penandatanganan jual – beli antara Newmont dengan AMI. Dan semuanya berjalan lancar,” terang bupati KSB Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM kepada wartawan, Jumat, 4 November 2016.

Iklan

Saat ini kata bupati, nama operator tambang Batu Hijau sudah berganti menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). PT AMNT sebagai perusahaan nasional sebelumnya telah menyampaikan sejumlah komitmennya baik kepada pemerintah pusat dan terlebih kepada daerah khususnya Pemda KSB sebagai kabupaten penghasil. “Sebelum akhirnya resmi kita sudah melakukan sejumlah pembicaraan. Dan pada intinya AMI memiliki komitmen terbaik kepada kita (KSB) sebagai kabupaten penghasil. Dan juga tentunya kepada masyarakat KSB,” cetusnya.

Menurut bupati, KSB sebagai kabupaten penghasil memiliki harapan besar kepada PT AMNT dapat menjalankan sejumlah komitmennya kepada daerah. Terlebih posisi PT AMNT sebagai perusahaan swasta nasional diharapkan mampu memaksimalkan potensi daerah untuk mendukung operasionalnya di proyek Batu Hijau. “Harapan kita harus lebih baik dari operator sebelumnya bagi kita kabupaten penghasil. Apalagi bagi masyarakat yang terdampak langsung dari kegiatan operasi mereka nantinya,” tegasnya.

Disinggung terkait ikutnya saham PT Multi Daerah Bersaing (PTMDB) sebesar 24 persen dalam gerbong akuisisi saham PT NNT ke PT AMI, Bupati membenarkannya. Ia menjelaskan, saham yang diambil PT AMI sebesar 82,2 persen termasuk di dalamnya saham PT MBD sebesar 24 persen di mana perusahaan ini merupakan perusahaan patungan PT Daerah Maju Bersaing (MDB) milik Pemprov NTB, KSB dan Sumbawa dengan PT Multy Capital anak perusahaan Bakrie Group. Bupati menyatakan, PT DMB selaku perpanjangan tangan pemerintah tiga daerah dalam kepemilikan saham di PT NNT melalui PT MDB tidak turut serta dalam teknis penjualannya. Demikian pula dengan proses pembayarannya. Di mana prosesnya sepenuhnya ditangani PT MDB bersama Nusa Tenggara Patnership B.V milik Sumitomo dan Newmont yang menjual sahamnya sebesar 56 persen. “Yang ikut prosesnya itu tentu kita diwakili PT MDB. Bukan kita secara langsung dan saya kira itu teknis sifatnya,” timpalnya.

Bupati menyebutkan, sejauh ini pemerintah tiga daerah belum mengetahui berapa besaran dana yang akan diterima dari hasil penjualan saham di PT NNT itu. Secara teknis kata dia, setelah proses penjualan dan transaksi pembayaran tuntas maka selanjutnya hasil penjualan saham PT MDB sebesar 24 persen akan dibagi 75 persen untuk PT Multy Capital dan 25 persen untuk PTMDB. Baru setelahnya PTDMB akan oleh para pemilik saham (pemerintah tiga daerah) akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa guna menentukan hasil penjualan saham tersebut. “Nanti kita akan rapatkan itu. akan dikemanakan uangnya. Apakah dibagi sesuai persentase kepemilikan saham kita di DMB atau mungkin ada rencana lainnya. Tapi itu nanti kita bicarakan setelah semua tuntas di atas,” pungkasnya. (bug)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here