Kritis, Daerah Sumber Mata Air Dihijaukan

Kawasan hutan dan daerah resapan air di wilayah Desa Lantan Kecamatan Batukliang dihijaukan kembali. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) Kawasan hutan dan daerah sumber mata air yang kondisinya mulai kritis di wilayah Desa Lantan Kecamatan Batukliang Lombok Tengah (Loteng) dihijaukan kembali, Sabtu, 24 Oktober 2020. Sejumlah organisasi pemerhati lingkungan bersama Pemerintah Desa Lantan dan PDAM Praya turut terlibat pada kegiatan tersebut. Sekitar 3 ribu bibit pohon berbagai jenis ditanam dalam program “Lombok Tengah Menanam” yang diinisiasi Persatuan Wartawan Lombok Tengah (PWLT), Paguyuban Duta Lingkungan NTB dan Pengurus Cabang Indonesia Offroad Federation (IOF) Loteng tersebut.

“Bibit pohon paling banyak ditanam berupa bibit pohon beringin. Ditambah bibit pohon buah-buahan lainnya. Dipilihnya pohon beringin karena dianggap paling cocok ditanam di kawasan hutan,” sebut Ketua Panitia Kegiatan Baiq Wiranda Daneta Widuri.

Iklan

Tidak hanya itu, ujarnya, pohon beringin kayunya tidak cocok dijadikan bahan bangunan, sehingga jarang dilirik oleh masyarakat. Hal itu memungkinkan pohon beringin bisa hidup dalam jangka waktu lama dan terhindar dari potensi perambahan hutan yang selama ini menjadi salah satu pemicu kerusakan hutan di daerah ini.

Kegiatan tersebut, ujarnya, murni swadaya, karena dilandasi rasa keprihatinan atas kondisi hutan yang sudah mulai rusak. Akibat hutan rusak, dampaknya pun sudah mulai dirasakan sekarang ini, yakni terjadinya krisis air bersih di daerah, terutama saat memasuki musim kemarau.

Sementara itu, Kabid. Rehabilitasi dan Pemberdayaan Masyarakat (RPM) Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) NTB, L. Saladin, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, apa yang dilakukan elemen masyarakat ini menunjukkan masih sangat peduli dengan kondisi hutan. Bahkan mendorong elemen masyarakat lainnya untuk lebih pro aktif berpartisipasi dalam usaha-usaha rehabilitasi kawasan hutan yang saat ini sudah banyak yang rusak.  (kir)