Krisis Air Bersih Semakin Parah

Selong (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengaku harus kerja ekstra dalam memenuhi kebutuhan air bersih, khususnya bagi masyarakat yang berada di bagian selatan. Pasalnya, kondisi kekeringan yang terjadi seperti di Kecamatan Jerowaru semakin parah dibuktikan dengan mengeringnya semua sumur masyarakat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Urusan Logistik pada BPBD Lotim, M. Takdir Illahi, mengatakan dalam pemenuhan kebutuhan air bersih seperti Kecamatan Jerowaru, Sakra Barat, Keruak, pihaknya harus bolak-balik dua kali ke Selong.. Hal itu dilakukannya karena pasokan atau debit air bersih yang terletak di Dusun Tutu Kecamatan Jerowaru sudah mengalami penurunan.

Iklan

“Sumur masyarakat di bagian selatan rata-rata sudah mengering. Bahkan di Dusun Tutu yang biasa tempat mengambil air bersih debitnya sudah kecil. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan air bersih masing-masing mobil bolak-bolak ke Selong sebanyak dua kali,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Takdir, akibatnya tidak pernah turunnya hujan ataupun kecilnya curah hujan beberapa waktu terakhir ini membuat debit air PDAM berkurang. Sehingga tidak mengherankan jika beberapa kecamatan di Lotim sudah mengalami krisis air bersih. “Kalau di bagian selatan, sejak bulan Mei lalu sudah ada permintaan air bersih,” ungkapnya.

Namun, berdasarkan prediksi dari BMKG hujan akan turun mulai bulan Oktober sampai Desember, namun kondisi itu belum bisa menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Berdasarkan data dari BPBD Lotim, dari 15 desa yang ada di Kecamatan Jerowaru, hanya dua desa yang tidak mengalami krisis air bersih hingga saat ini. Sedangkan, 13 desa lainnya rata-rata sudah meminta bantuan untuk droping air bersih untuk kebutuhan masyarakat, seperti minum dan memasak. Sedangkan untuk mandi dan kebutuhan yang lebih besar seperti pengairan lahan pertanian belum bisa terpenuhi. (yon)