Kredit Macet Akibat Kualitas SDM BPR Rendah

Mataram (suarantb.com) – Angka kredit macet di NTB diakui Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB, Yusri mencapai angka 9 persen. Hal ini terutama disebabkan rendahnya kemampuan analis dari SDM BPR sendiri. Demikian disampaikannya Rabu, 21 Desember 2016.

“Angka kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) masih relatif tinggi, di data terakhir saya berkisar 9 persen. Rendahnya kemampuan analisis calon debitur dari SDM BPR sendiri termasuk penyebab utamanya,” jelasnya.
Rendahnya kemampuan analisis calon debitor ini menyebabkan kualitas penyaluran kredit sangat rendah.

Iklan

Menurut Yusri pegawai BPR masih lemah dalam menganalisa calon debitur. Padahal diperlukan analisa mendalam mengenai karakter calon debitur serta penentuan layak atau tidak usahanya mendapatkan kredit perbankan.

“Saya sudah minta kepada BPR untuk berhati-hati menyalurkan kredit. Kualitas SDM perlu ditingkatkan terutama ketajaman analisanya. Karena kredit harus benar-benar disalurkan kepada usaha yang feasible. Bukan asal diberikan tanpa diteliti dulu,” ungkapnya.

Perilaku sebagian kecil pegawai BPR diakui Yusri perlu menjadi perhatian. Ada perilaku tidak baik atau moral hazard yang dilakukan yang kemungkinan dipengaruhi kondisi ekonomi.

“Kalau sebut karena dikejar target, itu mungkin bisa saja. Tapi sebagian besar dipengaruhi kondisi ekonomi,” imbuhnya.

“Sejak saya ditugaskan di Mataram, ini menjadi tugas saya untuk menurunkan angka kredit macet. Tidak mudah untuk itu, kecuali mau habis buku, tapi modalnya kuat. Kalau melalui penagihan, memang butuh waktu yang panjang,” lanjutnya.

Selain usaha calon debitur yang harus diteliti, perkembangan ekonomi makro juga perlu menjadi perhatian. Karena ketika ketika perekonomian lesu maka akan lebih besar kemungkinan masyarakat kesulitan mengembalikan kredit. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here