KPU Tetapkan Djohan – Danny Sebagai Bupati dan Wabup Terpilih 2020

KPU KLU plenokan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Pilkada 2020, Jumat, 21 Januari 2021. (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – KPU Kabupaten Lombok Utara (KLU) menetapkan pasangan calon (paslon) Bupati – Wakil Bupati terpilih hasil Pilkada Lombok Utara 2020. Berdasarkan Pleno KPU KLU Jumat, 22 Januari 2021, paslon dengan suara terbanyak, H. Djohan Sjamsu, SH – Danny Karter Febrianto Ridawan, ST. M.Eng., ditetapkan sebagai bupati dan wakil bupati terpilih.

Pada rapat pleno tersebut, hadir paslon terpilih, Djohan – Danny didampingi Tim Parpol dan Tim Sukses. Sementara paslon, Dr. Najmul Akhyar, SH. MH – Drs. Suardi, MH., (NADI) tidak hadir. Kehadiran paslon NADI diwakili oleh tim parpol dan tim relawan.

Iklan

Pleno yang berlangsung dengan standar protokol kesehatan covid-19 itu, berlangsung lancar. KPU mengawali dengan acara seremonial, dilanjutkan dengan pembacaan SK penetapan paslon terpilih.

Ketua KPU KLU, Juraidin, SH. MH., didampingi semua komisioner membacakan hasil rapat pleno ditetapkan dan dituangkan dalam berita acara oleh KPU KLU. Untuk selanjutnya, salinan putusan akan diberikan kepada gabungan parpol pengusung. Salinan serupa juga akan diberikan kepada Bupati KLU, DPRD dan Bawaslu KLU. “Pelaksanaan Pilkada 2020 berlangsung aman dan lancar, tanpa gugatan dari paslon,” ucap Juraidin usai pleno.

Sementara, calon bupati terpilih H. Djohan Sjamsu, SH., bersyukur atas kelancaran proses pilkada yang berlangsung ketiga kalinya di KLU. Hasil pilkada menurut dia, sesuai dengan proses mekanisme, tahapan serta pilihan rakyat.

“Alhamdulillah, proses pilkada berjalan aman, tenteram dan dalam suasana kekeluargaan. Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat KLU, sehingga menghasilkan pemilihan yang berarti untuk kepentingan KLU ke depan,” ujarnya.

Djohan menyambung, sebagai bupati terpilih ia menginginkan sekaligus mengajak semua pihak untuk membuang perbedaan selama pelaksanaan pilkada. “Tugas kita ke depan membangun KLU sangatlah berat, terlebih KLU pascagempa dan Covid 19 meluluh lantakkan sendi perekonomian kita. Saya mengajak, mari kita bersatu membangun daerah ini. Saya yakin dan percaya, (dan) kami berjanji untuk bekerja sungguh-sungguh untuk percepatan pembangunan daerah ini kedepannya,” pungkas Djohan.

Sementara Tim Pemenangan NADI seperti disampaikan Ketua Tim Relawan NADI, Endri Susanto, usai pleno mengaku menerima hasil Pilkada KLU. Selain karena proses pilkada yang dilakukan penyelenggara berjalan sesuai mekanisme, masyarakat juga sudah menjatuhkan amanat kepemimpinan kepada paslon yang memperoleh suara lebih banyak.

“Terkait penetapan paslon ini, tidak mungkin saya katakan yang kalah itu jelek. Tetapi percayalah, siapapun yang menang sudah tercatat di lauhul Mahfudz jadi pemimpin ke depan,” ujar Endri, Jumat, 22 Januari 2021.

Sebagai Ketua Tim Relawan, Endri mengisyaratkan kepada seluruh masyarakat KLU  untuk menjaga kekompakan. Manajemen kepemimpinan oleh bupati terpilih, tetap harus dikawal. “Sebagai Ketua Tim, saya mengajak untuk membangun Lombok Utara bersama dengan kompak. Tetap kawal pemerintahan agar berjalan sesuai harapan masyarakat,” sambungnya.

Ia meyakini, masing-masing paslon pada masa kampanye lalu telah menyampaikan program strategis melalui visi misi paslon. Oleh karena itu, realisasi visi misi paslon tersebut akan sangat menentukan masa depan masyarakat untuk 5 tahun ke depan.

Terhadap hasil pilkada kali ini, Endri mengakui dari kalangan tim dan paslon tidak berniat mengajukan gugatan. Pasalnya, persentase selisih perolehan suara cukup jauh. Namun lebih dari itu, tegasnya, pihaknya ingin menunjukkan semangat pembangunan melalui filosofi “Mempolong Merenten” di tengah masyarakat. (ari)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional