KPU Sumbawa Perketat Batasan Jumlah Peserta Kampanye

M. Wildan. (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – KPU Sumbawa memperketat protokol kesehatan memasuki tahapan kampanye Bakal Pasangan Calon (Bapaslon). Mengacu kepada PKPU No. 10 tahun 2020 tentang pelaksanaan Pilkada ditengah pandemi. Dengan membatasi jumlah massa yang dikumpulkan Bapaslon.

Sebagaimana disampaikan Ketua KPU Sumbawa, M. Wildan M.Pd, usai Rakor bersama Kapolres, Sabtu, 19 September 2020. Dalam PKPU No. 10 tahun 2020, telah diatur semua yang terkait dengan teknis dan massa yang dikumpulkan Bapaslon. Untuk metode kampanye rapat pertemuan terbatas tatap muka dan dialogis, maksimal pesertanya 50 orang. Kemudian rapat umum maksimalnya 100 orang.

Iklan

Selain itu, ada juga sekali jadwal debat publik kandidat maksimal di ruangan 50 orang.  Dibantu siaran live streaming kepada publik oleh KPU Sumbawa. Diketahui, tahapan kampanye mulai tanggal 26 September sampai 5 Desember 2020.  Untuk penyebaran Bahan Kampanye (BK)  dan pemasangan alat peraga, ada tiga jenis yang disiapkan KPU. Yakni umbul umbul, spanduk dan baliho.  “Dan jumlahnya ditentukan juga. Jumlahnya spanduk itu dua buah perpaslon perdesa,  baliho lima perpaslon,  umbul-umbul 20 perpaslon per kecamatan,”sebut Wildan.

Terkait hal ini, KPU Sumbawa menggelar rapat koordinasi dengan Bapaslon pada Senin hari ini. Sementara penetapan calon dilaksanakan pada 23 September.

Usai Rakor penegakan hukum protokol kesehatan, di Rupatama Polres Sumbawa,  Kapolres Sumbawa AKBP Widy Saputra S.IK bersama Dandim 1607/Sumbawa, Letkol Kav. Rudi Kurniawan, S.Sos., M.Tr.(Han) juga mengatakan, semua pihak sudah sepakat, kesehatan dan keselamatan masyarakat adalah segala-galanya. “Kita sudah sepakat pelaksanaan Pilkada damai dengan tetap mengedepankan protokol covid-19,”tandasnya. (arn)