KPU Pastikan Penyelenggaran Pilkada 9 Desember Siap Dilaksanakan

Deklarasi Pilkada damai dari pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Dompu usai debat publik kedua di aula kantor DPRD Dompu, Jumat, 4 Desember 2020 malam.(Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) di tengah pandemi Covid-19 mengharuskan penyelenggara terbebas dari kontaminasi virus Corona. Penerapan protokol kesehatan cegah penularan Covid-19 menjadi keharusan di setiap tahapan dan untuk menjamin itu, penyelenggara mengikuti tes usap atau swab dan tes cepat atau rapid test.

Dari 3.297 orang KPPS se-Kabupaten Dompu, sebanyak 69 orang dinyatakan reaktif dan langsung melakukan proses isolasi mandiri. “Insya Allah pada tanggal 9 Desember nanti siap melaksanakan tugas,” kata Ketua KPU Kabupaten Dompu, Drs Arifuddin dalam sambutannya pada acara debat kedua Pilkada Dompu dengan tema ‘Mewujudkan kesejahteraan masyarakat berbasis lingkungan, pertambangan, dan sosial ekonomi’ di aula kantor DPRD Dompu, Jumat, 4 Desember 2020 malam.

Selain anggota KPPS yang diikutkan rapid tes, Arifuddin juga mengungkapkan, komisioner dan jajaran sekretariat KPU Dompu juga mengikuti tes swab, hasilnya negatif. Langkah itu dilakukan untuk menjaga keselamatan masyarakat, sebagai konsekuensi pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi Covid-19. Termasuk dengan membatasi jumlah pengunjung saat debat. “Pelaksanaan pilkada di tengah pandemi, keselamatan masyarakat adalah hal utama yang harus dikedepankan,” katanya.

Debat publik kedua ini, pasangan Hj Eri Ariani H. Abubakar-H. Ihtiar, SH., tampil dengan baju dasar merah corak garis hijau. Umi Eri dengan jilbab merah dan rok hitam. H. Ihtiar mengenakan celana hitam dan kopiah hitam. Pasangan Kader Jaelani-H Syahrul Parsan, ST., MT., tampil dengan baju putih lengan panjang, celana hitam dan berpeci hitam. Sementara pasangan H. Syaifurrahman Salman, SE.,-Ika Rizky Veryani mengenakan baju biru motif songket, celana hitam dan H. Syaifurrahman mengenakan kopiah hitam.

Ketiganya tampil meyakinkan dalam memaparkan visi misi dan program kerjanya ketika terpilih menjadi Bupati dan wakil Bupati Dompu. Debat publik kedua ini diakhiri dengan deklarasi pilkada damai. Di mana ketiga pasangan calon memegang spanduk berisi deklarasi Pilkada Damai sambil mengikrarkan pernyataan mengikuti kata-kata dari pembawa acara. Deklarasi ini membuat suasana sedikit cair diantara ketiga pasangan calon bersama tim sukses yang mendampingi pasangan calon saat debat. (ula)