KPU NTB akan Berhati-hati Memproses Usulan PAW Partai Berkarya

Suhardi Soud. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – KPU Provinsi NTB akan sangat berhati-hati dalam memproses usulan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Provinsi NTB dari Partai Berkarya. Partai tersebut diketahui sedang dilanda konflik dualisme kepengurusan.

Demikian disampaikan Ketua KPU Provinsi NTB, Suhardi Soud saat dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 1 Agustus 2021. “Yang jelas kita (KPU) akan sangat berhati-hati dalam hal ini,” ujar Suhardi.

Iklan

Suhardi memastikan KPU akan sangat cermat jika menerima usulan PAW dari Partai Berkarya. KPU akan meneliti dan mencermati keabsahan kepengurusan Partai Bekarya yang akan mengajukan usulan PAW. “Kita akan pastikan legalitas partainya, kepengurusan siapa yang punya hak untuk mengajukan PAW. Tapi sampai sejauh ini belum ada masuk, nanti lewat pimpinan DPRD dulu baru ke kita untuk memverifikasi,” jelasnya.

Selain itu, KPU NTB juga akan berkonsultasi dengan KPU RI untuk meminta pertimbangan dan saran terkait dengan proses PAW Partai Berkarya. “Kita akan berkonsultasi dengan KPU RI yang terus berhubungan dengan Kemenkumham RI. Nanti kita akan lihat posisi (legalitas) terakhirnya seperti apa. Makanya kita belum bisa komentar terlalu jauh saat ini,” jelasnya.

Diketahui kursi DPRD milik partai Bekarya di kini sedang kosong setelah pemilik sebelumnya Abdul Kahar M Rifai meninggal dunia beberapa waktu lalu. Dua kubu kepengurusan Partai Bekarya antara pimpinan Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto versus pimpinan Muchdi Pr mengaku sama-sama memiliki hak untuk mengusulkan PAW.

Ketua DPW Partai Berkarya kubu Tommy Soeharto, H. Darmawan mengaku pihaknya akan segera memproses pengusulan PAW almarhum Abdul Kahar ke DPRD Provinsi NTB. “Kita akan segera usulkan PAW di DPRD Provinsi NTB sesuai dengan aturan, yakni peraih suara terbanyak kedua di dapil VI. Peraih suara kedua ditempati oleh Ikraman,” ujarnya.

Demikian juga dengan Ketua DPW Partai Beringin Karya NTB kubu Muchdi Pr, Agus Kamarwan mengungkapkan bahwa pihaknya juga sedang mempersiapkan proses PAW tersebut. “Kita akan verifikasi terlebih dahulu, siapa kader yang berhak untuk diusulkan sebagai PAW, nanti kita lihat,” ujarnya. Adapun verifikasi yang dimaksud oleh Agus Karmawan yakni memastikan afiliasi kader tersebut, apakah berada dalam barisan kubu Tommy atau Muchdi Pr, pungkasnya. (ndi)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional