KPU KSB Tetapkan Dua Desa Masuk Program DPPP

Herman Jayadi. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – KPU Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menetapkan 2 desa  sebagai lokus pembinaan program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DPPP).

Kedua desa terpilih itu yakni desa Mantun, kecamatan Maluk dan desa Mantar, kecamatan Poto Tano. Oleh KPU KSB, memilih desa tersebut berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan pemilu beberapa tahun terakhir. “Setelah melihat kriteria desa yang bisa dijadikan lokus kegiatan. Kedua desa itu masuk dalam kriteria,” kata komisioner KPU LSB, Herman Jayadi, Kamis, 22 Juli 2021.

Iklan

Herman menjelaskan, ada 4 kriteria sebuah desa dijadikan lokus kegiatan program DPPP. Pertama tingkat partisipasi rendah di setiap pemilu, kedua rawan konflik, ketiga memiliki potensi rawan konflik dan terakhir memiliki potensi bencana alam. “Nah desa Mantun itu masuk kriteria tingkat partisipasi rendah. Sedangkan Mantar masuk kriteria kedua berdasarkan hasil temuan Bawaslu pada Pilkada serentak kemarin (tahun 2020),” jelasnya.

Menurut Herman, program DPPP ini pada dasarnya merupakan kegiatan pendidikan pemilih yang dilaksanakan dalam rangka untuk menumbuhkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan masyarakat tentang Pemilu dan Pemilihan dalam rangka memperkuat basis penerimaan, dukungan, partisipasi dan kepercayaan masyarakat terhadap mekanisme Pemilu sebagai instrumen utama sistem politik demokrasi.

Karena itu, dalam pelaksanaannya, desa-desa yang terpilih menjadi lokus kegiatan. KPU akan memberikan perhatian khusus dengan memperbanyak agenda sosialisasi dengan harapan potensi-potensi yang dapat menyebabkan tidak suksesnya jalannya pemilu atau pemilihan tidak terjadi lagi. “Intinya program ini memeri kesadaran bagi masyarakat pentingnya partisipasi mereka dalam proses demokrasi,” cetus Herman. (bug)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional