KPU KSB Apresiasi Kebijakan PTAMNT

Denny Saputra. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – KPU Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengapresiasi kebijakan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang akhirnya memberikan kesempatan karyawannya memilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) masing-masing, di hari pencoblosan 9 Desember mendatang.

“Kami baru baca di media. Belum ada surat resminya ke kami. Tapi kami mengapresiasi komitmen PTAMNT turut menyukseskan Pilkada serentak dengan membaskan karyawannya bisa memilih di TPS masing-masing,” kata Ketua KPU KSB, Denny Saputra kepada Suara NTB, Senin, 30 November 2020.

Denny mengungkapkan, opsi pindah memilih yang sempat diajukan pihaknya ke KPU pusat guna mengakomodir hak pilih karyawan tambang Batu Hijau sebenarnya juga agak berat dilaksanakan. Sebab opsi itu turut juga dibarengi pemindahan surat suara karyawan dari TPS awal ke TPS pindah memilihnya. “Nah ini sebenarnya sulit ya kita memindah surat suara karena tidak ada regulasinya. Jadi alhamdulillah AMNT akhirnya punya kebijakan seperti itu sehingga kami tidak perlu lagi menyiapkan proses pindah memilih karyawan,” urainya.

Ia pun menjamin, terkait keamanan karyarwan selama berada di TPS nanti akan dilayani dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes) pencegaham Covid-19. Menurut Denny, pihaknya sesuai dengan ketentuan telah menyiapkan berbagai fasilitas sterilisasi bagi petugas TPS maupun bagi masyarakat yang akan datang memilih. “Semua TPS akan kami bekali penerapan standar pencegahan Covid-19. Sehingga masyarakat termasuk pegawai AMNT nanti aman datang ke TPS,” janjinya.

Sementara itu, pihak PTAMNT yang akhirnya memberikan kesempatan karyawannya memilih di TPS masing-masing pada Pilkada 9 Desember mendatang, telah mengantisipasi damoak kebijakannya tersebut. Terutama dari sisi operasional. Senior Manager Corporate Communications

PTAMNT, Kartika Octaviana, mengakui jika ada dampak pada operasional dengan dibuatnya kebijakan tersebut. Namun perusahaan akan berupaya meminimalisir dengan menyiapkan beberapa skenario. “Team operasional sudah melakukan berbagai simulasi skenario,” ungkapnya. (bug)