KPPU Sidak di Pasar Mandalika, Awasi Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat Komoditas Pangan Saat Ramadhan

Pengawasan di Pasar Mandalika oleh KPPU, Polda NTB, Dinas Perdagangan NTB dan Dinas Nakeswan NTB terhadap potensi spekulasi stok dan harga kebutuhan pokok saat Ramadhan.(Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah IV melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di  pasar percontohan Mandalika (Sweta). Sidak dilakukan Jumat, 16 April 2021 dalam rangka mengawasi potensi praktik monopoli dan persaingan usaha yang tidak sehat komoditas pangan saat Ramadhan.

KPPU turun ke pasar Mandalika bersama tim dari Polda NTB, Dinas Perdagangan Provinsi NTB, dan Dinas Peternakan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB. Para pedagang komoditas pangan di pasar induk di NTB ini ditanya seputar harga.

Iklan

Dari pedagang bawang  (putih dan merah), kedelai, cabai, telur, minyak goreng, hingga daging. Hasil pengawasan langsung, tidak ditemukan adanya indikasi penimbunan stok. Harga rata-rata stabil, bahkan cenderung turun. KPPU juga mendapatkan keluhan dari pedagang, sepinya pembeli di tengah pandemi Covid-19. “Lebih bagusan gempa. Hanya beberapa minggu sudah pulih orang belanja. Corona ini, semuanya sepi sekali,” lapor salah satu pedagang.

Romi Pradhana Aryo dan Ero Sukmajaya dari KPPU Wilayah IV menegaskan, saat hari besar keagamaan di Bulan Ramahdan ini, KPPU juga melakukan antisipasi potensi prilaku pelaku usaha yang bisa melanggar undang-undang. Misalnya indikasi adanya pengaturan pasokan barang, kartel, praktik monopoli. “Dari pasar kita bisa lihat ketersediaan dan harga. Karena harga adalah sistemnya. Kalau harga mengalami lonjakan dan kenaikan tidak wajar, itu berarti pertanda tidak benar dari sisi hulunya,” kata Romi.

Dari hasil analisa harga di Pasar Mandalika, sementara KPPU menyimpulkan harga komoditas saat ini sedang tidak mengalami kenaikan. Justru banyak diantaranya komoditas pangan yang turun harga karena perdagangan saat ini sedang lesu. Seperti cabai. Kepada pedagang, dan mata rantainya, KPPU tetap mengingatkan agar mengambil keuntungan sewajarnya. Apalagi dalam pandemi Covid-19.

“Dan kami lihat tadi, mereka (pedagang) masih mengambil keuntungan yang wajar,” imbuhnya. Dari Polda NTB, H. Ridwan MZ, Kasi Korwas PPNS mengatakan, Subdit I Reskrimsus tetap melakukan pengawasan khusus sejak sebelum bulan puasa untuk mengantisipasi terjadinya penimbunan. Pengawasan dilakukan sampai tingkat paling bawah (Babinkamtibmas) sebagai ujung tombak di lapisan masyarakat terendah juga diberikan tanggung jawab untuk mengawasi indikasi spekulan. “Ada pidananya kalau ada yang main main. Kita bisa lihat dari pembandingnya,” demikian H. Ridwan. (bul)

Advertisement ucapan idul fitri ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional