KPPN Jago Kala Naik Peringkat

Miftahul Suhada.(Suara NTB/jun)

Dompu (Suara NTB) – Kawasan Pedesaan Prioritas Nasional (KPPN) Jago Kala Kabupaten Dompu, berhasil menempati urutan ke IV dari 6 KPPN di Indonesia. Capaian itu lantas meningkatkan statusnya dari KPPN Mandiri menuju KPPN Berdaya Saing. Program Dana Inovasi Responsif memiliki peranan penting dalam pencapaian tersebut.

Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda dan Litbang selaku penanggungjawab kegiatan RIF, Miftahul Suhada, ST., disela Warp-Up (penutupan) program Responsif Innovation Fund atau RIF tahap II secara virtual di Pendopo Bupati, Kamis, 23 Juli 2020 menyampaikan, RIF merupakan program kerjasama Pemerintah Indonesia dan Kanada yang dimulai 2019 lalu.

Iklan

Dari 62 kawasan pendesaan prioritas nasional di Indonesia, KPPN Jago Kala dengan lokus Kecamatan Manggelewa dan Kilo menjadi satu dari enam KPPN yang terpilih setelah proses penilaian dan verifikasi, baik oleh Bappenas, Kementerian PDT maupun Pemerintah Kanada.

Dan atas interversi anggaran dari mereka, lanjut dia, KPPN Jago Kala kini mampu menempati peringkat IV dari urutan 42 pada tahun 2017 lalu. “Saat ini kita sudah menempati posisi IV besar dan menuju KPPN berdaya saing,” ungkapnya.

Peningkatan status KPPN Jago Kalo tersebut buah dari keberhasilannya menciptakan produk unggulan berbahan baku jagung, salah satunya yakni beras analog. Selain beredar di pasar lokal, produk UKM tersebut dapat dijumpai pada pasar regional. Bahkan sudah berkembang dengan sistim penjualan via daring.

Selain beras analog, jus dan tepung jagung tengah digodok untuk bisa tembus pasar regional maupun nasional.

“Saat ini memang masih berupa industri rumahan, kita juga tidak menafikan keadaan dana dan SDM mengakibatkannya seperti ini,” ujarnya. Program RIF memang berakhir tahun 2020 ini, namun dengan ditetapkannya Manggelewa dan Kilo sebagai kawasan pedesaan prioritas nasional, Miftahul Suhada berharap adanya intervensi lebih dari pemerintah pusat, baik dalam bentuk bantuan anggaran atau mendatangkan investor yang akan mengolah hasil pertanian jagung di wilayah ini. “Walaupu RIF ini berakhir kegiatan akan tetap berlanjut karena kawasan prioritas itu masuk dalam RPJMN Presiden, berarti ini sampai 2024,” pungkasnya. (jun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here