KPPN Bima Beri Kompensasi DD 12 Desa di Dompu

Arif Mauluddin.(Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bima memberi kompensasi pencairan 15 persen Dana Desa (DD) bagi 12 Desa yang belum sama sekali mencairkan DD tahun 2020 di Dompu. Kompensasi ini diberikan untuk pembayaran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT – DD) tanpa syarat pengajuan.

12 Desa di Dompu ini yaitu Desa Karamabura, Dore Bara, Manggeasi, Taa, Konte, Banggo, Wawonduru, Mumbu, Lepadi, Lune, Huu, dan Desa Jala. Desa-Desa ini sama sekali belum mengajukan pencairan DD tahap pertama karena masih kerkendala syarat pencairan.

Iklan

“Anggarannya sudah ditransfer ke kas Desa oleh KPPN Bima. Anggaran itu untuk BLT DD bagi warga terdampak Covid-19,” kata Arif Mauluddin, MM kepada Suara NTB di kantornya, Selasa, 26 Mei 2020.

Desa-desa ini hanya diharuskan melengkapi syarat pengajuan DD pada tahap berikutnya berupa APBDes, RPU dan SPP tahap pertama, permohonan Kades, mendapat rekomendasi Camat, Peraturan Bupati soal DD, dan pengantar Bupati ke KPPN Bima.

Desa ini molor mengajukan permohonan pencairan DD terkendala penetapan APBDes yang molor dan penyusunan RPU serta SPP tahap pertama. Termasuk soal kewajiban pembayaran pajak tahun anggaran sebelumnya yang belum ditunaikan Desa.

Arif Mauluddin juga mengungkapkan, BLT DD bagi terdampak Covid-19 ini ada tambahan sesuai PMK No 50 tahun 2020. Yaitu tambahan 3 bulan dan setiap bulannya sebesar Rp300 ribu per KK, sehingga per KK menerima BLT Desa untuk 6 bulan sebesar Rp2,7 juta. BLT DD kini tidak lagi dibatasi maksimal 30 persen dari total DD tahun 2020, tapi bisa lebih dengan persetujuan Bupati.

Seperti Desa Kempo yang semula hanya 161 KK penerima manfaat, kini menjadi 311 KK atau ada tambahan 150 KK. Penambahan ini menyebabkan DD Kempo tahun 2020 ini terkuras untuk BLT sebesar Rp839,7 juta dari Rp968,404 juta total DD Kempo tahun 2020.

“Kalau masih ada anggaran, bisa diarahkan untuk bantuan sembako bagi warga yang tidak kebagian BLT-DD. Tapi nilainya tidak sebanyak BLT DD,” kata Arif Mauluddin.

Ketika ada pekerjaan fisik yang terlanjur dilaksanakan dan dibiayai melalui DD, kata Arif Mauluddin, pembiayaannya bisa diganti dengan sumber ADD. Sehingga DD murni untuk membantu warga yang terkena dampak Covid-19.

“Tapi itu harus tetap diputuskan melalui musyawarah khusus Desa,” ingatnya.

Terkait realisasi penyaluran BLT-DD di Dompu, Arif mengaku, hingga saat ini sudah ada 60 Desa yang telah menyalurkan tahap pertama untuk bulan April 2020. Sementara untuk tahap kedua yaitu bulan Mei baru Desa Rasabou Huu yang telah meyalurkan. Bagi Desa yang mengajukan tambahan penerima manfaat, tetap akan menerima seperti warga lainnya. (ula)