KPK Pantau Langsung Sidang Muhir

Politisi Golkar, H. Muhir duduk di kursi persidangan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram, Selasa, 16 Oktober 2018. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Kejari Mataram melibatkan KPK dalam memantau perjalanan sidang perkara dugaan korupsi penerimaan fee proyek anggaran rehabilitasi pascagempa SD/SMP Kota Mataram dengan terdakwa H. Muhir. Komisi antirasuah mengirimkan dua pegawainya untuk menghadiri langsung persidangan hari ini.

Kepala Kejari Mataram, I Ketut Sumedana mengatakan,  dua pegawai KPK diterjunkan ke Mataram  sesuai dengan surat tugas yang ditandatangani Deputi Penindakan KPK, Irjen Pol Firli. “Mereka datang dengan maksud memantau perkembangan kasus H. Muhir,” ujarnya, Senin (29/10).

Iklan

Dua pegawai KPK juga ditugasi membantu perekaman proses persidangan H. Muhir sampai akhir persidangan. Kedatangan dua pegawai sejak kemarin mengecek kesiapan perlengkapan alat rekam. “Menurut KPK kasus ini menarik perhatian masyarakat dan OTT pertama di luar yang dilakukan KPK. Makanya ini tetap dipantau,” ucapnya.

Jaksa penuntut umum Kejari Mataram akan menghadirkan saksi dalam persidangan yang rencananya dihelat hari ini, Selasa, 30 Oktober 2018. Setelah dua pekan sebelumnya, digelar sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram, H. Muhir tertangkap tangan diduga memeras mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Sudenom, Jumat, 14 September 2018 lalu.

Politisi Golkar itu terjaring dalam operasi tangkap tangan Kejari Mataram. Jaksa menyita uang tunai Rp30 juta. Sehari sebelumnya, disita pula uang tunai sebesar Rp1 juta, ketika terdakwa dan korban Sudenom bertemu di warung makan pada petang hari.

Terdakwa Muhir diduga meminta fee proyek sebagai bagian dari lolosnya anggaran rehabilitasi pascagempa SD/SMP di Kota Mataram pada pembahasan APBD-P 2018 sebesar Rp4,2 miliar. (why)