KPK Korsup Sejumlah Kasus di Polda NTB

Syamsuddin Baharuddin (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Polda NTB meminta bantuan KPK menyelesaikan target penanganan kasus korupsi. Salah satunya dengan mengundang KPK dalam koordinasi dan supervisi (Korsup). Satu kasus yang masih alot penyidikannya yakni dugaan korupsi pengadaan alat peraga kesenian marching band Dikbud Provinsi NTB tahun 2017.

Direktur Reskrimsus Polda NTB Kombes Pol. Syamsuddin Baharuddin menjelaskan, Subdit III Tipikor sudah menyurati KPK di Jakarta. Namun dia menyatakan korsup tak cuma untuk kasus marching band yang berkasnya masih bolak-balik saja. ‘’Semuanya. Sudah kan kita bersurat ke KPK,’’ ujarnya.

Iklan

Tetapi dia tidak menampik kasus marching band yang jadi salah satu bahasan utamanya. Sebab sampai saat ini berkas dua tersangka kasus itu tak kunjung dinyatakan lengkap.

Syamsuddin menyebutkan, korsup dengan KPK tidak hanya seputar kasus yang sudah naik ke tahap penyidikan. Tetapi juga yang di tahap penyelidikan agar penyidik memiliki gambaran untuk penentuan langkah selanjutnya.

Penyidik masih diminta jaksa untuk melengkapi berkas perkara dua tersangka mantan Kasi Kelembagaan dan Sarpras Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud Provinsi NTB berinisial MI, dan Direktur CV Embun Emas, LB rekanan pemenang tender proyek.

Anggaran pengadaan alat marching band bersumber dari APBD NTB tahun 2017 yang total nilainya Rp2,7 miliar. Proyek belanja modal senilai Rp1,7 miliar, diperuntukkan bagi lima SMA/SMK negeri.

Sementara, belanja hibah senilai Rp1,06 miliar bagi empat sekolah swasta. Proyek diduga dikorupsi dengan modus mark-up harga barang. Kerugian negaranya sebesar Rp702 juta sesuai hitungan BPKP Perwakilan NTB.

Subdit III Tipikor saat ini menyidik proyek pembangunan Dermaga Gili Air, Pemenang, Lombok Utara tahun 2017, pengadaan alat kesenian marching band Dikbud Provinsi NTB tahun 2017, dan dugaan gratifikasi fasilitas Rutan Polda NTB tahun 2018.

Sementara kasus yang masih di tahap penyelidikan diantaranya pengelolaan dana Porprov NTB tahun 2018, pengadaan buku madrasah Kanwil Kemenag NTB tahun 2018, pengelolaan dana BOS SLB Kota Bima tahun 2018. (why)