KPH Tambora Limpahkan Perkara Perambahan Area Mata Air ke Gakkum

Sukri. (Suara NTB/jun)

Dompu (Suara NTB) – Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tambora, akhirnya mengambil langkah hukum atas kasus dugaan perambahan area mata air di Desa Konte Kecamatan Kempo. Ditandai pelimpahan berkas perkara tersebut ke Penegak Hukum (Gakkum) Jabal Nusra untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kepala KPH Tambora, Sukri dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 5 Mei 2020 menyampaikan, upaya persuasif dengan meminta dua terduga otak perambahan area mata air Oi Kalo Sori Lindu di Dusun Sambi sudah dilakukan. Bahkan sampai meminta bantuan pemerintah desa setempat. Namun langkah tersebut rupanya tak mau diindahkan, sehingga terpaksa diambil langkah hukum terhadap perkara yang menjerat Dd dan Ch ini.

Iklan

“Kemarin kita coba persuasif dengan melibatkan pemerintah desa, karena ndak datang-datang juga ya sudah kita serahkan ke Gakkum,” terangnya.

Tak diketahui pasti apakah dua terduga otak perambahan itu langsung diamankan atau tidak pasca pelimpahan berkas perkara. Sebatas informasi yang diperoleh, Gakkum saat ini tengah memeriksa sejumlah saksi dan menyita barang bukti yang berhasil diamankan Polhut KPH Tambora.

Diulas Sukri, kasus tersebut awalnya direncanakan berhenti sampai proses pembinaan saja. Namun, karena tidak adanya niat baik pelaku yang sudah jelas tertangkap tangan untuk membuat pernyataan tak mengulangi lagi perbuatannya, terpaksa ditempuh jalur hukum. Sebab tak dipungkiri banyak pihak lain yang merasa dirugikan dan menuntut agar para pelaku diberikan efek jera.

“Informasi terakhir kemarin sudah mulai lidik, termasuk pengambilan barang bukti dan pemeriksaan saksi. Itu saja saya dengar, lebih jelasnya sama seksi pengamanan,” tandasnya.

Sementara itu, Kasi Pengamanan KPH Tambora, Abdurrahman yang berusaha dikonfirmasi Suara NTB via telefon terkait progres penyelidikan kasus yang ditangani bersama Gakkum Jabal Nusra tersebut, masih belum memberikan jawaban. (jun)