Di Aplikasi ‘’Inges’’, Warga Mataram Bisa Lapor Lewat Ponsel

0
11
Peluncuran aplikasi Inges yang diresmikan oleh Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, Kamis, 20 Februari 2020. Walikota meminta semua kelurahan harus bisa berinovasi. Juga, melalui aplikasi Inges, warga kelurahan Mataram Barat bisa melaporkan semua keluhan warga. (Suara NTB/viq)

Mataram (Suara NTB) – Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menekankan semua kelurahan di Mataram harus mampu melakukan inovasi-inovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dana kelurahan bisa dimanfaatkan untuk membuat inovasi baru untuk menampung semua kebutuhan warga.

Dalam peluncuran aplikasi informasi dan pelayanan dalam genggaman masyarakat (Inges), Kamis, 20 Februari 2020. Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menjelaskan, melalui aplikasi ini semua warga di kelurahan Mataram Barat bisa melaporkan semua masalah yang ada di lingkungan. Kata Ahyar, dari aplikasi tersebut semua permasalahan di lingkungan, semua warga bisa melapor ke pihak kelurahan apa pun bentuk keluhannya.

“Kita mengimbau, agar semua kelurahan bisa lakukan inovasi untuk kepentingan warga Mataram. Apalagi terkait pelayanan warga,” jelas Walikota. Bagi Ahyar, melalui anggaran kelurahan yang cukup besar, lurah se-kota Mataram harus bisa memberikan pelayanan yang selalu memprioritaskan warga Mataram.

Lurah Mataram Barat, Sri Sulistiowati memaparkan, Aplikasi Inges bisa di-download dengan keyword “Inges Mataram Barat” melalui smartphone pada media paltform playstore android. Dalam aplikasi warga bisa membuat pengajuan segala bentuk pembuatan surat menyurat ke kelurahan. Baik itu  surat permohonan pembuatan SKCK, akta kelahiran, pembuatan E-KTP, dan lain sebagainya.

“Jadi semua bisa diajukan. Dengan mengklik dan mengisi datanya pada bagian menu aplikasi Inges. Di sana terdapat beberapa menu yang bisa dimanfaatkan warga. Melalui smartphone warga, mereka sudah bisa mengajukan segala bentuk keluhan juga ke kelurahan,” tegasnya.

Menurut Sri, aplikasi ini bisa memudahkan pelayanan kepada warga. Karena, dalam satu aplikasi saja, warga dapat melaporkan semua permasalahan warga tanpa perlu ke kantor kelurahan.

“Di aplikasi Inges juga sudah tersedia beberapa menu pilihan untuk bisa dimanfaatkan warga tanpa harus datang ke kelurahan. Misalnya dalam pembuatan surat menyurat. Di dalam rumah, warga sudah bisa membuat surat tanpa harus ke kantor,” katanya.

  “Power Bank” Paling Laris di Musim Haji

Untuk penandatanganan surat kata Sri, kelurahan sendiri masih menggunakan cara manual. Untuk pengembangan aplikasi juga, pihaknya masih membutuhkan beberapa masukan dari Pemkot Mataram dan warga.

“Untuk penandatanganan surat kita sedang upayakan bisa dilakukan secara online dengan scan tanpa harus ke kelurahan nanti. Tapi kita masih tunggu instruksi dari Kominfo kota Mataram,” jelasnya.

“Kita kan sudah bicarakan dengan Kominfo kota Mataram terkait penandatanganan secara online untuk mengefisienkan waktu. Tapi catatannya, kita tidak akan menghilangkan tugas dari Kepala Lingkungan dan kepala RT. Jadi, tetap warga akan minta tanda tangan Kaling dan RT jika harus dicantumkan,” katanya.

Pada aplikasi Inges, kelurahan juga mencantumkan  menu “hubungi kami”. Dari menu hubungi kami ini, warga bisa melaporkan segala macam bentuk permasalahan di lingkungan. Baik masalah kesehatan, kebersihan, dan segala macam bentuknya.

“Jadi semua bisa dilaporkan,” jelasnya.

Untuk mengefektifkan kinerja di kelurahan kata Sri, semua staf di kelurahan Mataram Barat memegang server aplikasi Inges. Karena, jika pemegang server tak bisa mengakses, staf lain memungkinkan bisa mengendalikan aplikasi tersebut.

“Saya juga pegang sendiri servernya. Jadinya kita bekerja selama 24 jam. Karena masalah dan masukan warga bisa saja masuk ketika waktu libur. Jadi, sangat kecil kemungkinan pelayanan kita tidak melayani warga,” katanya.

Salah satu warga Lingkungan Karang Medain, Helmi mengatakan, peluncuran aplikasi Inges dirasa sangat bermanfaat. Pelayanan memang seharusnya sudah bisa dimaksimalkan melalui sebuah aplikasi android. “Kita rata-rata memiliki smartphone. Jadi aplikasi Inges, saya kira bisa dimudahkan warga untuk melapor terkait apa pun ke kelurahan,” jelasnya.

Helmi mengakui, aplikasi ini bukan tanpa kekurangan. Aplikasi Inges juga harusnya bisa diakses melaui smartphone iPhone atau Ios. Selain itu kata dia, aplikasi Inges juga butuh pengembangan. Sehingga, saat memasang/menginstal di smartphone warga, kinerja aplikasi Inges tidak lemot dan berat.

  Stok Langka, Warga Jarah Pupuk Subsidi

“Jadi masih berat untuk ukuran android. Jadi butuh pengembanganlah, agar lebih ringan saat mengaksesnya,” tutupnya. (viq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here