Pelajar Diimbau Tak Rayakan Hari Valentine

Bayu Pancapati. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram melarang pelajar merayakan hari valentine, Jumat, 14 Februari 2020 ini secara berlebihan. Memaknai hari kasih sayang harus dilihat dari sejarah sebelumnya.

Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang menyebutkan, mengasihi atau menyayangi adalah kaidah universal dalam kehidupan umat manusia di muka bumi ini. Pada semua hari seseorang harus menebarkan kasih dan sayang untuk semua orang.

“Semua hari harus kita menebarkan kasih sayang,” kata Martawang, Kamis, 13 Februari 2020.

Baca juga:  Kasus SDN 2 Bengkel Dinilai Salah Objek Gugatan

Pelajar yang hendak merayakan valentine day  diminta memahami sejarahnya dengan baik, sehingga tida terjebak dalam persepsi yang bisa saja keliru. Teknologi milenial sangat memudahkan masyarakat untuk memahami semua fenomena tersebut.

Oleh karena itu, pelajar dinilai akan berbuat secara bijak jika mempelajari sejarahnya lalu mengidentifikasi kedirian. Dan, seterusnya menentukan bagaimana sebaiknya menyikapi. “Sebaiknya pelajari dulu sejarahnya,” pintanya.

Baca juga:  Sekolah Berkuda Perlu Didirikan di NTB

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Bayu Pancapati menegaskan,Pemkot Mataram sejak lama melarang pelajar untuk merayakan valentine day. Beberapa tahun lalu, sudah diimbau secara tertulis dan meminta guru – guru mengawasai peserta didik mereka.

“Sudah diimbau untuk tidak merayakan,” kata Bayu.

Aparat penegak Perda ini akan melakukan patroli dari pagi dengan menyisir pantai maupun taman-taman di Kota Mataram. Masyarakat juga diminta melaporkan apabila ada potensi gangguan yang ditimbul dari perayaan hari kasih sayang oleh pelajar maupun pemuda setempat.

Baca juga:  Satpol PP Amankan Pelajar Bolos di Kawasan Samota

Pihaknya lebih melakukan tindakan persuasif ke pelajar bila ditemukan di lapangan. Seharusnya, masyarakat sudah memahami bahwa valentine dilarang di Kota Mataram dari tahu ke tahun. Sekolah pun telah diimbau mengawasi siswa mereka.

“Jadi tidak ada lagi menggunakan tertulis. Kita secara lisan mengimbau masyarakat,” demikian tambah Bayu. (cem)