Belum Rampung, Monumen Mataram Metro Belum Difungsikan

Monumen Mataram Metro.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Rekanan proyek Monumen Mataram Metro di Lingkungan Jempong, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, semestinya pada Kamis, 13 Februari 2020 harus merampungkan pekerjaan konstruksi monumen. Namun, sampai batas terakhir perpanjangan waktu selama 50 hari sejak 26 Desember 2019 lalu, saat ini pekerjaan belum dirampungkan.

Pantauan Suara NTB, sejumlah pekerja masih mengerjakan bagian dalam gedung monumen. Proses pengelasan bagian dinding terlihat. Di sisi sebelah utara, dinding masih berlubang atau belum tertutup. Material besi di sebelah timur dan barat terpasang. Material tanah terpantau menumpuk dibawah excavator.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Miftahurrahman menyampaikan, proses pekerjaan oleh rekanan masuk tahap penyelesaian akhir. Hanya sedikit dari bagian dinding luar dan dalam diselesaikan. Untuk lampu bagian atas menjadi tanggungjawab Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman.

“Tinggal finishing saja,” kata Miftahurrahman, Kamis, 13 Februari 2020.

Miftah menargetkan, pekerjaan selesai hari ini (kemarin, red). Persentase pekerjaan di bawah satu persen. Bagian ACV berlubang akan dipasang dan dilakukan pengelasan. Dia belum berani memprediksi apakah di akhir masa perpanjangan waktu 50 hari setelah berakhir kontrak 25 Desember 2019 lalu, pekerjaan bisa selesai atau tidak.

Jika pekerjaan tidak tuntas menjadi resiko dari rekanan. Pemkot Mataram akan melakukan pemutusan kontrak. “Iya, resiko dari rekanan. Sesuai aturan, kita putus kontrak,” pungkasnya.

Pengerjaan monumen dengan total anggaran dihabiskan Rp14,5 miliar tidak berlanjut. Alokasi di anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2020 tidak tersedia. Seandainya pun pemkot menganggarkan di APBD perubahan, pekerjaan tidak bisa selesai. Pengerjaan harus melalui proses tender. Memungkinkan sambung Miftah adalah, penataan atau merapikan pada bagian bundaran saja. “Ndak ada anggarannya tahun ini,” akunya.

Estimasi kebutuhan anggaran sampai monumen bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar Rp5 miliar – Rp6 miliar. Anggaran itu untuk membangun lift, kantor, under pass dan fasilitas lainnya. (cem)