RTH Pagutan Belum Dimanfaatkan Optimal

Kondisi ruas jalan di RTH Pagutan mengalami kerusakan. Disperkim kota Mataram berjanji lakukan perbaikan jalan RTH Pagutan pada tahun ini. Bukan hanya itu, Disperkim kota Mataram juga akan intensifkan pengawasan di RTH Pagutan.(Suara NTB/viq)

Mataram (Suara NTB) – Jalan lingkungan di ruang terbuka hijau (RTH) di kelurahan Pagutan Timur mulai rusak. RTH tersebut juga belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Sedangkan organisasi perangkat daerah (OPD) diharapkan memanfaatkan RTH untuk melaksanakan kegiatan-kegiatannya.

Di beberapa bagian RTH, termasuk jalan lingkungannya, malah tampak kerusakan. Tapi Pemkot berjanji akan melakukan perbaikan jalan yang rusak di RTH Pagutan. Tak hanya itu, Perkim Kota Mataram juga akan melakukan pengawasan di RTH Pagutan terkait adanya informasi siswa yang membolos ke sana.

Ditemui Suara NTB, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) kota Mataram, H. Kemal Islam mengatakan, dana perbaikan jalan lingkungan  RTH akan coba dianggarkan melalui anggaran pendapatan belanja daerah perubahan (APBDP) kota Mataram tahun 2020.

Baca juga:  Fungsi RTH Pagutan Belum Dimaksimalkan

Kata Kemal, kerusakan jalan di RTH Pagutan karena pembuatan jalan menggunakan batu sikat dan diperkirakan tak bisa bertahan lama. “Karena pakai batu sikat, kita akan coba tambal sulam nanti,”  ujarnya, Rabu, 12 Februari 2020. “Kita akan sempurnakanlah nanti kondisi jalan di situ, kalau bisa hanya Rp200 juta sajalah yang kita anggarkan,” tambahnya.

Lanjut Kemal, fungsi RTH Pagutan harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Semua organisasi perangkat daerah (OPD) di jajaran Pemkot Mataram bisa menggunakan RTH Pagutan sebagai lokasi kegiatan apa pun. Selama ini jelas dia, kondisi RTH Pagutan, sesuai dengan aturan hutan kota, di RTH Pagutan ada bangunan melebihi dari 30 persen luas lahan.

Baca juga:  Fungsi RTH Pagutan Belum Dimaksimalkan

“Areanya kalau bisa dimanfaatkan dulu. Karena kalau kita bicara fungsi RTH Pagutan hanya 30 persen fisik yang boleh dibangun. Di sana juga, kita juga sudah buat jalan lintasan sepeda, sekarang mari kita dorong sama-sama untuk menjaga,” terangnya.

Untuk Bale Budaya di RTH Pagutan sendiri lanjut Kemal, Dinas Pariwisata Kota Mataram diminta melakukan strategi untuk mempercantik kondisinya. Mengingat, untuk pengurusan Bale Budaya di RTH Pagutan memang ada di tangan Dispar Kota Mataram. “Tanggungjawab secara keseluruhan memang ada di Disperkim kota Mataram. Luas yang harus kita jaga seluas 8,6 hektar. Semua SKPD silakan boleh dilakukan kegiatan yang bermanfaat di sana,” pintanya.

Baca juga:  Fungsi RTH Pagutan Belum Dimaksimalkan

Untuk lahan pertanian di RTH Pagutan sendiri, Dinas Pertanian kota Mataram diminta ikut serta menjaga kelestarian lahan di RTH Pagutan. “Silakan saja kalau memang mau bercocok tanam di sana,” terangnya. Selama ini, program tumpang sari dari Distan harus dilanjutkan.  “Asalkan tidak merubah fungsi untuk hutan kota,” paparnya.

Dari laporan yang diterima Kemal, kondisi RTH Pagutan memang kerap dijadikan lokasi bolos siswa di beberapa sekolah di Mataram. Katanya, selama ini pengawasan RTH Pagutan sudah koordinasi beberapa pihak. Baik berkoordinasi dengan pihak sekolah dan stakeholder terkait. “Kalau ada siswa yang melakukan hal-hal melenceng sekalipun di RTH Pagutan, Disperkim kota Mataram akan melakukan pembinaan ke oknum siswa,” tutupnya. (viq)