Pemkot akan Integrasikan Tiga Destinasi Wisata Pantai

Pengendara melintas di depan pintu masuk ke pantai Mapak, Minggu, 26 Januari 2020. Dispar Kota Mataram berencana mengintegrasikan ketiga wisata pantai Loang Baloq, Pantai Mapak, dan Pantai Gading untuk mempercantik kondisi wilayah pesisir kota Mataram. (Suara NTB/viq)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram berencana untuk mengintegrasikan tiga wisata pantai di Mataram seperti Pantai Loang Baloq, Pantai Mapak, dan Pantai Gading. Upaya itu dilakukan untuk menggaet wisatawan berlibur ke tiga lokasi wisata di pesisir pantai Kota Mataram.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi kepada Suara NTB menjelaskan, rencana pengintegrasian itu bisa mempercantik kondisi di wilayah pesisir Pantai Loang Baloq, Pantai Mapak, dan Pantai Gading Kecamatan Sekarbela Mataram.

Dikatakan Denny, ketiga destinasi wisata di wilayah pesisir pantai tersebut perlu adanya perubahan secara menyeluruh. Pasalnya, sampai saat ini perubahan baru dilakukan di Pantai Mapak. “Memang untuk perubahan Pantai Mapak itu belum dianggarkan. Kita hanya membantu pembentukan berdirinya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di sana untuk mengembangkan area pantai Mapak. Mereka baru bisa mengembangkan potensi pantai Mapak secara mandiri,” katanya saat dikonfirmasi, Minggu, 26 Januari 2020.

Rencana pengintegrasian tiga wilayah wisata pantai ini kata Denny, untuk mempercantik suasana Pantai Gading dan Pantai Loang Baloq seperti yang dilakukan di Pantai Mapak. Dengan mengintegrasikan ke tiga pantai tersebut paling tidak ada jalan yang menghubungkan antara ketiga lokasi wisata dari Pantai Loang Baloq, Pantai Mapak, dan Pantai Gading.

“Jadi rencana kita dari Pantai Loang Baloq sampai dengan Pantai Gading  paling tidak ada trotoar sebagai penghubung di sana nanti. Memang kita belum rencanakan. Tapi jika itu ada sangat bagus untuk perkembangan wisata di tiga pantai kita itu,” pungkasnya.

Tak hanya itu, di pertengahan tahun 2020 mendatang, Dispar kota Mataram juga akan membuat lokasi ketiga wilayah wisata tersebut sebagai tempat pariwisata berkuda di Mataram. Sehingga, dari pantai Loang Baloq sampai Pantai Gading, wisatawan dapat mencoba wisata berkuda dengan menampilkan keindahan pesisir pantai di Mataram. “Jadi wisatawan naik kuda dari Loang Baloq sampai Pantai Gading, itulah bentuk dari integrasi yang akan kita rencanakan,” jelasnya.

Pengintegrasian ketiga lokasi wisata pesisir pantai tersebut memiliki sejumlah permasalahan. Dikatakan Denny, peremasalahan sampah menjadi momok yang akut untuk ketiga wilayah tersebut. Denny mengakui sampah yang mengotori area Pantai Loang Baloq sampai di Pantai Mapak berasal dari dua muara sungai di Mataram. Muara sungai Sembalun dan Sungai Tanjung Karang.

“Memang kita akui, sampah ini dibawa dari dua sungai tersebut. Dari itu kita minta semua kelurahan yang berada di sana harus intens mengajak masyarakatnya gotong royong  membersihkan area pesisir pantai. Camat di sana juga harus aktif mengajak masyarakatnya,” cetusnya.

Denny berharap, rencana pembangunan trotoar penghubung untuk tiga wisata wilayah pesisir pantai tersebut akan dianggarkan pada anggaran pendapatan belanja daerah perubahan (APBD-P) kota Mataram tahun 2020 mendatang. “Kita akan usulkan di tahun ini kalau bisa. Kalau tidak bisa kita akan coba anggarkan di ABPD murni tahun 2021 nanti,” pungkasnya.

Salah satu pedagang di Pantai Mapak, Aini (20) mengatakan, semenjak adanya bantal duduk di Pantai Mapak, pengunjung bertambah ramai dari sebelumnya. Menurutnya, semenjak ada bantal duduk tersebut pendapatan dari sebelumnya sekitar Rp1,5 juta per hari. “Semenjak ada itu, pantai Mapak tambah ramai dari biasanya. Yang dulunya sampai jam 18:00 wita sudah sepi, sekarang bahkan sampai malam masih ramai,” tutupnya. (viq)