Tes CPNS di Kota Mataram Diundur

Ilustrasi Seleksi CPNS.(Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Lingkup Pemkot Mataram diundur. Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kantor Regional X telah menetapkan jadwal tes untuk Kota Mataram dimulai 3 Februari – 12 Februari mendatang.

Penetapan jadwal ini berdasarkan hasil rapat koordinasi persiapan seleksi CPNS formasi tahun 2019 di Kantor Regional X BKN Denpasar. Rapat ini dihadiri oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan BKPP dari wilayah kerja X.

Baca juga:  Satu Formasi CPNS di Mataram Tak Terisi

Kepala Bidang Pengembangan Aparatur pada BKPSDM Kota Mataram, H. Ahmad Mujahiddin membenarkan adanya perubahan jadwal pelaksanaan tes SKD. BKN menetapkan pelaksanaan yang awalnya 27 Januari pekan depan berubah menjadi 3 Februari 2020. “Iya, mundur tanggal 3 Februari,”  kata Muja, Kamis, 23 Januari 2020.

Muja menjelaskan, alasan BKN mengundurkan pelaksanaan SKD terkait dengan kesiapan server dan lainnya. Penetapan jadwal tes 27 Januari sebenarnya rencana tetap, tetapi dimulai dari instansi vertikal, Provinsi Bali dan lain sebagainya. “Kesiapan dari BKN menyangkut server,” jawabnya.

Baca juga:  Akhir Januari, 9.709 Peserta Tes CPNS di Kabupaten Bima

Untuk lokasi tes SKD bagi pelamar di Kota Mataram digelar di SMKN 3 Mataram di Jalan Pendidikan, Kelurahan Dasan Agung Baru, Kecamatan Selaparang. Sejumlah 4.611 pelamar bakal mengikuti tes selama sepuluh hari. Mekanisme pelaksanaan tes akan dibagi menjadi lima sesi setiap harinya. Selama sehari, 500 pelamar menjalani tes SKD.

“Kecuali hari Jumat, kita pakai empat sesi,” sebutnya.

Pelamar CPNS, Handayani tidak mempermasalahkan diundurnya pelaksanaan tes SKD tersebut. Artinya, waktunya untuk mempersiapkan diri dari segi mental dan materi lebih panjang. “Iya, syukur. Kan lebih panjang kita bisa belajar,” ucapnya.

Baca juga:  Dari 5.800 Peserta SKD, 2.792 Pelamar CPNS Pemprov Lulus ‘’Passing Grade’’

Diakui, tahun ini adalah kali kedua mendaftar sebagai CPNS setelah di tahun sebelumnya gagal memenuhi passing grade atau nilai ambang batas. Tahun ini, ia berupaya mendapatkan skor lebih tinggi. Salah satunya adalah latihan rutin setiap hari menjawab soal berkaitan dengan tes wawasan kebangsaan, tes intelijensi umum dan tes kepribadian. (cem)