Harga Elpiji di Mataram Masih Normal

Ali, penjaga toko di Lingkungan Cemara, Kelurahan Monjok Timur merapikan tabung elpiji 3 kg, Rabu, 22 Januari 2020. Harga elpiji tabung melon di Kota Mataram masih normal. Harga di tingkat pengecer kisaran Rp18 ribu – Rp20 ribu. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Harga tabung gas elpiji 3 kilogram di Kota Mataram, masih normal. Meskipun, pemerintah berencana akan mencabut subsidi. Jika kebijakan ini direalisasikan masyarakat dan pelaku usaha kecil menengah kena dampak.

Lilik, pemilik toko di Lingkungan Cemara, Kelurahan Monjok Timur, sejak dua hari lalu, mengetahui informasi kenaikan harga tabung elpiji melalui pemberitaan media. Sampai saat ini, tidak ada perubahan atau kenaikan harga. Stok gas tabung melon pun lancar. “Lancar – lancar saja,” katanya ditemui Rabu, 22 Januari 2020.

Sebagian pedagang lainnya khawatir dengan rencana kenaikan tersebut. Apalagi tetangganya menelpon bahwa gas elpiji mulai langka. Sama sekali ia tidak gelisah dengan wacana kenaikan harga tersebut. Lilik lebih menyerahkan kebijakan tersebut ke pemerintah.

Baca juga:  Pertamina NTB Belum Terima Juklak Pencabutan Elpiji 3 Kg

Untuk satu tabung gas elpiji ukuran 3 kg dijual ecer Rp18 ribu.  Harga akan diturunkan jika ada pedagang lain yang membeli gas untuk diecer kembali. “Saya ngambil Rp15 ribu. Kalau ada yang mau dagang lagi saya kasih harga Rp17 ribu,” jelasnya.

Pembelian gas elpiji dibatasi oleh distributor. Misalnya, tabung gas yang dimiliki 35 buah. Distributor hanya memberikan 30 buah. Informasinya, stok pembelian dibatasi dari Pertamina.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, H. Amran M. Amin mengatakan, kebijakan kenaikan harga elpiji 3 kg harus jelas dari hulu hingga ke hilir. Sebab, ini akan berdampak terhadap pemerintah di daerah. Sejauh ini, belum dilakukan monitor dan evaluasi harga di tingkat distributor maupun pangkalan penyebab rencana kenaikan harga. “Kalau bisa kenaikan harga harus jelas dari hulu ke hilir,” kata Amran.

Baca juga:  Pertamina NTB Belum Terima Juklak Pencabutan Elpiji 3 Kg

Sampai saat ini, harga tabung gas melon di tingkat pengecer Rp18 ribu – Rp20 ribu. Artinya, belum ada gejolak kenaikan harga seperti dikhawatirkan oleh masyarakat. Pun, pengecer berani menaikkan harga secara tidak normal akan dilaporkan ke Satgas Pangan. Satgas yang terdiri dari aparat penegak hukum akan mengecek ke lapangan. Jika ini permainan dari pengecer memiliki konsekuensi hukum.

Baca juga:  Pertamina NTB Belum Terima Juklak Pencabutan Elpiji 3 Kg

Amran mengkhawatirkan masyarakat justru latah dengan pemberitaan di media terkait wacana kenaikan harga elpiji 3 kg mencapai Rp34 ribu tersebut. Kemudian dimanfaatkan dengan menumpuk atau menyetok dalam jumlah banyak, sehingga berdampak pada kenaikan harga. “Yang kita khawatirkan justru masyarakat latah. Lalu, menyetok hingga harga jadi naik,” pungkasnya.

Kebijakan pencabutan subsidi dipastikan berdampak langsung ke masyarakat ekonomi bawah serta usaha kecil menengah. Biaya produksi mereka akan membengkak. Di satu sisi, pemerintah juga perlu mengawasi ketat penggunaan gas elpiji ,supaya tidak salah sasaran. (cem)