Harga Bumbu Dapur Melambung

Ilustrasi pedagang bumbu dapur. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Tingginya harga bumbu dapur awal tahun 2020 seperti cabai, bawang putih, bawang merah, dan tomat memicu adanya kenaikan inflasi di Mataram sampai pertengahan bulan Januari ini.

Pada bulan November 2019, Kota Mataram mengalami inflasi sebesar 0,15 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 134,67 pada bulan Oktober 2019 menjadi 134,87 pada bulan November 2019.  Pada awal tahun 2020, inflasi di Mataram diprediksi naik.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mataram, Isa, SE.,MM mengatakan, tren kenaikan harga bumbu dapur hingga minggu ke tiga bulan Januari ada indikasi menyebabkan kenaikan inflasi di Mataram.

Lonjakan harga bumbu dapur seperti cabai paling signifikan mengalami kenaikan.Terbukti, sejak hari Senin minggu kemarin, harga cabai mengalami lonjakan harga dari harga Rp30.000/kg menjadi Rp70.000/kg.

“Karena produksinya agak menurun, ini yang menyebabkan harganya naik. Sementara kebutuhan masyarakat tidak berkurang. Kebutuhan hotel, restaurant juga tidak berkurang (khusus untuk cabai),” tandasnya, Rabu, 22 Januari 2020.

Baca juga:  Gula Tembus Rp17 Ribu Per Kilogram, Pemkot Gelar OP

Pada penghitungan inflasi tahun 2020 ini, BPS kota Mataram akan menggunakan metode baru. “Konsumsi masyarakat untuk barang-barang non komoditi yang menjadi kebutuhan masyarakat terus berkembang juga. Seperti tarif  internet, bioskop, tarif ojek online, dan lainnya,” kata Isa.

Perwakilan Bank Indonesia Bidang Fungsi Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan, Suwarha Warno membenarkan hal tersebut. Ia melihat, ada risiko kenaikkan inflasi di bulan Januari 2020. Kenaikkan inflasi ini diakibatkan adanya lonjakan harga komoditi seperti cabai dan bahan pokok lainnya. Akan tetapi, untuk komoditas lainnya seperti daging, telur, dan beras relatif stabil. “Tapi ini harus diantisipai,” cetusnya.

Melihat kondisi tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Ir. H. Mutawalli menilai, kebutuhan cabai di Mataram berkurang drastis dari biasanya. Biasanya, pasokan cabai ke Mataram sebesar 2 ton dalam sehari. Dalam seminggu terakhir, pasokan cabai di Mataram hanya memenuhi 4-5 kwintal. “Kenapa berkurang? Ternyata setelah diselidiki, 180 hektar lahan cabai di Lombok Timur itu sedang menurun produksinya akibat hujan kemarin,” tandasnya.

Baca juga:  Satgas Pangan Sidak Pasar, Stok Gula Pasir Aman Sampai Lebaran

Akibatnya, pasokan cabai di Mataram diprediksi akan berkurang. Sehingga lanjut Mutawalli, harga cabai di Mataram diprediksi akan terus bergerak naik. “Sekarang ini rata-rata per hari kenaikannya capai Rp5.000, bisa saja tembus Rp100.000 kalau tidak diantisipai,” pungkasnya.

Melihat kondisi tersebut, Dinas Petanian kota Mataram Mataram bersama Tim Pengendalian Inflasi daerah (TPID) kota Mataram dan segera berkoordinasi dengan provinsi untuk mengecek kondisi petani cabai di lapangan. Paling tidak, TPID memastikan, cabai di Lombok tidak dikirim ke luar daerah.

“Paling tidak kebutuhan di Mataram bisa terpenuhi,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida menjelaskan, kebutuhan cabai di Mataram meningkat. Di samping kebutuhan cabai meningkat kata dia, stok cabai semakin sedikit. “Itulah sebabnya menjadi naik,” pungkasnya.

Baca juga:  Harga Kebutuhan di Pasar Tradisional Naik Akibat Corona

Bukan hanya cabai, harga bawang juga mengalami kenaikan. Dari harga normal bawang merah Rp20.000 naik menjadi Rp30.000 – Rp35.000. Untuk harga tomat sendiri mengalami kenaikan cukup tinggi. Dari harga normal Rp4.000 naik menjadi Rp12.000. “Belum dipastikan ada penimbunan atau tidak, kita akan segera turun mengecek di lapangan,” katanya.

Ditemui Suara NTB, Minumah (49) pedagang cabai di Pasar Dasan Agung asal Labuapi Lombok Barat ini membenarkan adanya kenaikan harga cabai di Mataram. Harga cabai yang dijual Minumah tembuh Rp70.000/kg. Untuk harga bawang putih, dijual dengan harga Rp36.000/kg.

“Saya ambil dari pengepul untuk harga cabai itu seharga Rp60.000/kg. Untuk bawang putih itu, Rp29.000/kg. Untuk tomat saya ambil dengan harga Rp9.000/kg. Nah untuk bawang merah sendiri saya ambil di pasar Mandalika seharga Rp30.000/kg,” tutupnya. (viq)