Produksi Ikan di Mataram Meningkat

Ilustrasi hasil tangkapan ikan.(Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Produksi ikan di Mataram terus meningkat. Hasil produksi ikan tahun 2019 mencapai 492 ton. Tahun 2018 sebelumnya produksi ikan 469 ton. Sedangkan untuk ikan hasil tangkapan sebanyak 1.845,45 ton.

Kepala Dinas Perikanan Kota Mataram, Hj Baiq Sujihartini, Selasa, 21 Januari 2020 mengatakan, total produksi budidaya ikan di Mataram tahun 2018 lalu sebanyak 469 ton, naik menjadi 492 ton di tahun 2019. Untuk hasil tangkap di tahun 2018 lalu mengalami kenaikan dari 1.706 ton menjadi 1.845,45 ton.

Dari target 450 ton hasil budidaya ikan yang ditetapkan Dinas Perikanan, pembudidaya ikan di Mataram dinilai masih produktif dalam memproduksi ikan. “Kita target di budidaya kan 450 ton untuk tahun 2019 lalu, alhamdulillah bisa capai 492 ton per tahun,” katanya.

Untuk jumlah ikan dari hasil olahan, baik yang masuk ke hotel, restaurant, dan rumah makan mencapai 70,4 juta ton pertahun. Capaian itu kata Sujihartini, di samping hotel dan restaurant memiliki tren daya beli tinggi untuk olahan ikan, masyarakat kota Mataram juga memiliki daya konsumsi ikan yang tinggi sehingga naik drastis.

Bukan hanya hotel, restaurant juga menyumbang peningkatan hasil olahan ikan di Mataram. Sedangkan untuk tingkat konsumsi ikan juga naik menjadi 42 kg perkapita dalam setahun. “Karena kita tidak mau yang muluk-muluk juga, capaian konsumsi ikan kita kan pada tahun 2018 itu 34 kg perkapita per tahun. Jadi untuk tahun 2020 ini, kita tidak naikkan dari yang sebelumnya,” pungkasnya.

Untuk target tahun 2020, Dinas Perikanan kota Mataram tak menargetkan ada kenaikan capaian konsumsi ikan, hasil budidaya dan hasil olahan. Sebab kata Sujihartini, realisasi capaian itu sangat tergantung dari kondisi alam. Kalau cuaca bagus akan relevan dengan hasil produksi ikan di 1.500 jumlah nelayan di Mataram. “Kalau cuaca buruk, nelayan juga tidak melaut. Apalagi untuk pembudidaya itu masih sangat tergantung dengan kondisi alam. Kalau lagi musim kering susah air, musim hujan kan biasanya banjir,” paparnya.

Untuk meningkatkan hasil produksi budidaya ikan dan hasil tangkap nelayan, Dinas Perikanan Kota Mataram berupaya meremajakan alat tangkap untuk para nelayan. Bukan hanya nelayan, dari budidaya ikan juga diupayakan dapat bantuan tambahan dana dari Baznas untuk tahun 2020. Baik untuk pembelian pompa air, pupuk dan kelengkapan budidaya lainnya. “Itu dalam rangka meningatkan produksi kita ini,” paparnya.

Tak hanya itu, Dinas Perikanan Kota Mataram juga menggelontorkan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp2,2 miliar untuk pengadaan alat tangkap ke semua nelayan di Mataram.“Tapi tahun ini tidak ada anggaran untuk budidaya ikan di Mataram. Kita hanya anggarkan ke alat tangkap saja,” jelas Sujihartini.

“Nah untuk program Yumina dan Bumina itu juga dalam rangka meningkatkan konsumsi budidaya dan konsumsi ikan di rumah tangga. Alhamdulillah dari hasil itu bisa menambah penghasilan pembudidaya juga. Di samping membudidayakan ikan, kan bisa menanam sayuran juga. Tapi untuk tahun ini tidak kita anggarkan untuk pembudidaya di Mataram,” tutupnya. (viq)