Marak Dijual di Pinggir Jalan, Dewan Desak Pemkot Mataram Tertibkan Peredaran Miras

Ilustrasi Minuman Keras (piqsels)

Mataram (Suara NTB) – Maraknya peredaran miras (minuman keras) sudah merambah ke berbagai kalangan di sejumlah kelurahan di Kota Mataram. ‘’Miras memang sudah marak di setiap kecamatan. Hanya saja yang sangat dikhawatirkan di Kecamatan Cakranegara Sampai Sandubaya, banyak penjual miras bodong, yang bermerek sampai minuman lokal seperti tuak gampang dan nyata di pinggir,” ungkap anggota Komisi I DPRD Kota Mataram Mita Dian Liastiawati, AM.d., Keb., kepada Suara NTB, Senin, 20 Januari 2020.

Mita, sapaan akrab anggota Dewan dari daerah pemilihan Sandubaya ini, mengatakan, peredaran miras sudah pasti akan membawa dampaknya negatif bagi masyarakat. Dia mengaku prihatin karena miras di Mataram peminatnya bukan hanya orang dewasa, tapi juga anak-anak belasan tahun ikut menikmati. Mudahnya mendapatkan miras ditengarai menjadi salah satu penyebab maraknya minuman beralkohol ini.

Baca juga:  Peredaran Tuak Makin Marak

Menurut Mita, lemahnya pengawasan membuat jumlah penjual miras semakin menjamur. ‘’Pedagang seenaknya saja menunjukkan kalau dia jual miras. Pembeli juga sudah berjamur. Jadi karena merasa peminat banyak, rasa takut tidak ada,’’ terangnya. Seharusnya, lanjut politisi PKB ini, ada sanksi yang tegas terhadap penjual miras.

Baca juga:  3 Ton Miras dari Labuan Bajo Gagal Beredar di Bima

‘’Karena tidak ada sanksi, mereka tetap jualan dengan cara terbuka,’’ sesalnya. Oleh karena itu, Mita meminta Satpol PP sebagai OPD yang bertugas mengawal dan mengamankan Perda, lebih pro aktif melakukan penertiban dan pengawasan. Hal ini penting agar penjual miras tidak seenaknya berjualan dengan cara terbuka.

Mita melihat ada faktor coba-coba yang menjadi penyebab semakin banyaknya penjual miras di Mataram. ‘’Yang pertama, mereka coba-coba. Mereka ketagihan dengan keuntungan yang besar dan menjanjikan sehingga pedagang ini ketagihan dan terus mengeluti usaha jual miras,’’ ujarnya. Untuk itu, dia berharap Satpol PP terus melakukan penertiban penjual razia.

Baca juga:  Babinsa dan Babinkamtibmas Gerebek Enam Remaja saat Pesta Miras

Agar ada efek jera, miras-miras itu harus disita sebagai barang bukti. ‘’Kalau mereka sudah sampai ditahan jualannya, Insya Allah mreka akan takut,’’ cetusnya.

Jangan sampai, Perda Kota Mataram tentang pengendalian dan pengawasan minuman hanya sekedar macan kertas. Pemerintah dan Satpol PP didorong lebih intens melakukan penertiban miras. (fit)